Truk Angkut Kokain Senilai Rp1,12 Triliun Ditahan Petugas AS

    Arpan Rahman - 12 Maret 2019 17:11 WIB
    Truk Angkut Kokain Senilai Rp1,12 Triliun Ditahan Petugas AS
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    New York: Sebuah truk pengangkut kokain dengan nilai jalanan 100 juta poundsterling atau sekitar Rp1,88 triliun dicegat oleh pejabat Bea Cukai Amerika Serikat menyusul sebuah petunjuk dari Badan Kejahatan Nasional AS (NCA). Kokain itu akan dijual di jalanan London 

    Sekitar 1,5 ton obat terlarang kelas-A ditemukan di sebuah truk di Pelabuhan New York-Newark setelah NCA memperingatkan pemerintah AS. Sekitar 60 paket dengan berat sekitar 1.437kg dicegat selama razia pada 28 Februari, kata NCA.

    Kontainer itu akan dikirim ke Rotterdam di Belanda dan selanjutnya ke London. Nilai jalan kokain di Inggris diperkirakan lebih dari GBP100 juta.

    Dave Hucker, kepala regional operasi internasional untuk NCA, berkata: "Menyita jumlah kokain ini dari peredaran akan menjadi pukulan besar bagi kelompok kejahatan terorganisir yang terlibat."

    "Sementara penggerebekan dilakukan di sisi lain Atlantik, tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa sebagian dari narkoba ini akan berakhir di jalanan Inggris," cetusnya, seperti disitat dari laman Sky News, Selasa 12 Maret 2019.

    "Kami tahu ada hubungan langsung antara distribusi narkoba dan kekerasan di jalan, intimidasi dan eksploitasi di kota-kota di Inggris," sambungnya.

    "Hubungan semacam ini menunjukkan peran yang dimainkan NCA dalam mencegah hal itu," ungkapnya.

    Agen pemberantas narkoba AS Ray Donovan bertutur: "Penyitaan yang memecahkan rekor ini menarik perhatian pada ancaman baru dan menunjukkan upaya kolaboratif penegak hukum dalam menyita obat-obatan terlarang sebelum sampai ke jalan-jalan dan ke tangan pengguna."

    Petugas Kepolisian Negara Bagian New York Keith Corlett menyeru: "Dedikasi penegakan hukum sekali lagi menghasilkan penyitaan besar-besaran obat-obatan terlarang mematikan."

    "Saya memuji mitra kami atas kerja keras yang menjaga zat berbahaya ini dari jalan-jalan kita," serunya.

    "Tidak hanya razia ini menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengakhiri kekerasan yang sering dikaitkan dengan narkoba dan perdagangan narkoba," katanya.

    "Ini adalah kejahatan yang tidak akan kami toleransi, dan kejahatan yang akan terus kami lawan dengan mitra kami dalam penegakan hukum," pungkasnya.

    Razia narkoba itu diyakini sebagai yang terbesar di pelabuhan AS dalam seperempat abad.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id