Perjuangan Luar Biasa Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar 9

    Fajar Nugraha - 06 Mei 2021 09:48 WIB
    Perjuangan Luar Biasa Seorang Ibu Lahirkan Bayi Kembar 9
    Salah satu bayi kembar sembilan yang lahir di Maroko di dalam inkubator. Foto: EPA



    Rabat: Seorang perempuan Mali berusia 25 tahun melahirkan bayi kembar sembilan. Perjuangannya pun luar biasa untuk melahirkan bayi yang jumlahnya dua lebih banyak dari yang dideteksi dokter selama kehamilan.

    Halima Cisse melahirkan anak nonuplet di Maroko. Pemerintah Mali menerbangkannya ke sana untuk perawatan spesialis.

     



    "Saya sangat senang. Istri saya dan bayi (lima perempuan dan empat laki-laki) baik-baik saja,” kata suaminya kepada BBC.

    Kelahiran sembilan bayi ini mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh seorang wanita yang memiliki delapan bayi di AS pada 2009. Perempuan AS itu memegang Guinness World Record untuk jumlah anak terbanyak yang dilahirkan dalam sekali kelahiran untuk bertahan hidup.

    Sementara dua pasang bayi bukan kembar sebelumnya telah tercatat - satu lahir dari seorang wanita di Australia pada 1971 dan satu lagi dari seorang wanita di Malaysia pada 1999. Tetapi tidak ada bayi yang bertahan hidup lebih dari beberapa hari.

    Fanta Siby, Menteri Kesehatan Mali, mengucapkan selamat kepada tim medis di Mali dan Maroko atas "hasil yang membahagiakan".

    Kehamilan Cisse menjadi bahan publikasi di Mali. Bahkan ketika diperkirakan dia hanya mengandung tujuh bayi.

    Para dokter di negara Afrika Barat telah mengkhawatirkan kesejahteraannya dan kemungkinan kelangsungan hidup bayi - jadi pemerintah turun tangan. “Setelah dua minggu tinggal di rumah sakit di ibu kota Mali, Bamako, keputusan diambil untuk memindahkan Cisse ke Maroko pada 30 Maret,” kata Dr Siby.

    “Setelah lima minggu di klinik Maroko, dia melahirkan melalui operasi caesar pada Selasa,” ujar menteri itu.

    Suaminya, Kader Arby, masih berada di Mali bersama putri tertua pasangan itu. Tetapi dia mengatakan dia terus berhubungan dengan istrinya di Maroko dan tidak khawatir tentang masa depan keluarga.

    "Tuhan memberi kami anak-anak ini. Dialah yang memutuskan apa yang akan terjadi pada mereka. Saya tidak khawatir tentang itu. Ketika Yang Mahakuasa melakukan sesuatu, dia tahu mengapa," katanya kepada BBC Afrique.

    Dia mengatakan keluarga itu tersentuh dengan dukungan yang mereka terima.

    "Semua orang menelepon saya! Semua orang menelepon! Pihak berwenang Mali menelepon untuk mengungkapkan kegembiraan mereka. Saya berterima kasih kepada mereka. Bahkan presiden menelepon saya,” ucap Arby.

    Ibu dan sembilan bayinya diperkirakan akan kembali ke rumah dalam beberapa minggu.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id