comscore

Manajer Restoran AS Diduga Buang Air Kecil di Minuman Anak-anak

Medcom - 19 Mei 2022 06:02 WIB
Manajer Restoran AS Diduga Buang Air Kecil di Minuman Anak-anak
Salah satu restoran Arby's di Amerika Serikat. Foto: AFP
Washington: Seorang manajer restoran fast food Amerika Serikat (AS), Arby’s, kini diselidiki atas dugaan kepemilikan foto-foto pelecehan seksual anak. Ini terkait dengan dugaan dirinya membuang air kecil di milkshake.

Menurut polisi, Stephen Sharp diduga buang air kecil dalam adonan milkshake setidaknya dua kali untuk "kepuasan seksualnya". Kira-kira 30 hingga 40 orang telah mengonsumsi milkshake itu.
Ada dua insiden milkshake yang dilaporkan di Vancouver, Washington, lokasi ia bekerja.

Sharp ditangkap oleh polisi Vancouver. Tersangka dilaporkan mengaku mengunduh dan mendistribusikan foto-foto pelecehan seksual terhadap anak. Selama pengakuan itu, polisi mengklaim dirinya juga mengaku memiliki "ketertarikan seksual pada anak-anak".

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan pria itu diduga memiliki puluhan foto dan video pelecehan seksual terhadap anak. Di antaranya, ditemukan video yang diduga dirinya buang air kecil pada milkshake di Arby's.

Menurut Sharp, dirinya “hampir yakin" sudah membuang kantong milkshake setelah buang air kecil ke dalamnya, tetapi pernyataan ini masih belum jelas. Sharp mengatakan jika ia tidak membuang tas itu, hampir pasti tas itu akan digunakan untuk membuat minuman di restoran.

Tim penyelidik tidak percaya bahwa pekerja lain tahu tentang perilaku aneh manajer mereka.

Sharp akhirnya dijatuhi empat tuntutan kepemilikan foto-foto pelecehan seksual dan empat tuntutan memperjualbelikan sejumlah gambar itu.

Pihak berwenang tengah mencari warga yang memesan milkshake dari cabang Arby’s di 221 Northeast 104th Avenue, Vancouver pada 30 Oktober atau 31 Oktober.

“Unit Bukti Digital Kejahatan Dunia Maya Bukti belum menemukan bukti bahwa Arby’s atau pemegang franchise mengetahui tindakan keji Stephen Sharp,” kata Sersan polisi Vancouver, Julie Ballou, kepada The Columbian.

Perwakilan Arby’s mengecam dugaan tindakan yang dilakukan Sharp.

"Dugaan tindakan mantan karyawan franchise itu menjijikkan dan tidak dapat diterima," kata juru bicara Arby’s dalam sebuah pernyataan kepada penyiar FOX.

"Kami telah mengambil tindakan segera dengan kelompok franchise yang memberhentikan mantan karyawan tersebut dan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan mereka,” imbuhnya.

Sharp saat ini ditahan di Penjara Clark County. Pada hari Jumat, biaya jaminannya meningkat dari USD5.000 (sekitar Rp73 juta) menjadi USD40.000 (Rp585 juta). (Kaylina Ivani)


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id