Boneka Panda Temani Pelanggan Restoran saat Covid-19

    Arpan Rahman - 15 Mei 2020 19:07 WIB
    Boneka Panda Temani Pelanggan Restoran saat Covid-19
    Boneka panda yang menemani makan di sebuah restoran Thailand. Foto: AFP
    Bangkok: Sebuah restoran menyandingkan para pengunjung yang makan malam di sebelah boneka lucu. Tujuannya untuk mencegah perasaan kesepian sambil makan di tengan pembatasan gerak secara menyeluruh atau lockdown.

    Para pelanggan di sebuah restoran di Bangkok, Thailand, dapat menikmati makan malam mereka di sebelah boneka panda jika mereka tidak ‘tahan’ makan sendirian.

    Pemilik resto Maison Saigon, Natthwut Rodchanapanthkul, mengemukakan gagasan itu sebagai cara perusahaan menyediakan hiburan bagi pelanggan sembari mematuhi aturan jarak sosial.

    Thailand melonggarkan beberapa pembatasan penguncian untuk bisnis awal bulan ini karena jumlah kasus covid-19 menurun. Restoran telah dibuka kembali, tetapi dengan aturan yang ketat untuk mengurangi risiko penyebaran virus.

    Berbicara tentang bagaimana dia memunculkan ide itu, Rodchanapanthkul mengatakan tempatnya tampak aneh dalam cahaya setelah ditutup.

    "Sebelumnya kami hanya punya satu kursi untuk meja tempat pelanggan yang datang sendirian," jelas Rodchanapanthkul, disitat dari Evening Standard, Jumat 15 Mei 2020.

    "Tapi bagiku, rasanya aneh, jadi kupikir saya akan memberi teman bagi mereka,” ungkapnya.

    Sejauh ini, boneka panda membuat para pengunjung merasa nyaman. Seorang pelanggan, Sawit Chaiphuek, mengatakan dia senang memiliki 'teman' saat dia keluar untuk makan malam kali pertama dalam beberapa bulan.

    Duduk di seberangnya, beruang panda, dia berkata, "Boneka itu membuatku merasa tidak kesepian makan sendirian."

    Pelanggan lain, Siriporn Assavakarint, mengatakan aturan tempat duduk yang baru sering kali membuat para pengunjung lapar, dan panda yang lucu membuat segalanya menjadi lebih santai.

    "Ini jauh lebih mudah dipahami dibandingkan dengan restoran lain di mana orang selalu bingung tentang tempat duduk dan akhirnya duduk terlalu dekat satu sama lain," katanya.

    Thailand melaporkan satu kasus virus corona baru pada Kamis dan tidak ada kematian baru, sehingga total menjadi 3.018 kasus dan 56 kematian sejak wabah dimulai menurut pelacakan Universitas Johns Hopkins.

    Pada Rabu, dilaporkan nol kasus baru untuk pertama kalinya sejak awal Maret, sebelum kuncian dimulai.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id