Diplomat Rusia Dorong Kereta Untuk Pulang dari Korut

    Marcheilla Ariesta - 26 Februari 2021 17:13 WIB
    Diplomat Rusia Dorong Kereta Untuk Pulang dari Korut
    DIplomat Rusia dan keluarga pulang dari Korea Utara dengan kereta dorong. Foto: AFP



    Pyongyang: Sekelompok diplomat Rusia dan keluarga mereka pulang dari Korea Utara (Korut) ke negara asalnya dengan cara tak biasa. Mereka terpaksa mendorong sendiri kereta untuk bisa kembali ke Rusia.

    Keadaan ini terjadi akibat pandemi virus korona (covid-19). Pemerintah Korea Utara mengambil tindakan ketat dengan menutup perbatasan.






    Setidaknya, delapan orang tersebut melakukan perjalanan dengan kereta api dan bus sebelum berjalan sendiri melintasi perbatasan Rusia sejauh sekitar 1 kilometer di atas rel kereta api.

    Korut memblokir sebagian besar transportasi penumpang untuk membatasi penyebaran virus.

    Pyongyang menyatakan tidak ada kasus covid-19 di negara itu. Namun banyak yang tak percaya pada klaim mereka.

    Sejak awal tahun lalu, kereta api dan gerbong dilarang memasuki atau meninggalkan negara itu. Sebagian besar penerbangan penumpang internasional juga berhenti. Dengan demikian, para diplomat Rusia tidak punya banyak pilihan.

    "Karena perbatasan telah ditutup selama lebih dari satu tahun dan lalu lintas penumpang telah dihentikan, dibutuhkan perjalanan yang panjang dan sulit untuk pulang," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam unggahan di Facebook.

    Dari foto-foto yang dibagikan kementerian menunjukkan para diplomat di troli dengan koper mereka di tengah musim dingin. Mereka juga terlihat bersorak dalam video saat menyeberang ke Rusia.

    Dilansir dari BBC, Jumat, 26 Februari 2021, kementerian mengatakan sekretaris ketiga kedutaan, Vladislav Sorokin yang menjadi 'mesin utama' para diplomat saat mendorong troli melintasi jembatan rel di atas Sungai Tumen menuju Rusia.

    Kelompok ini, kata kementerian, sebelumnya telah melakukan perjalanan 32 jam dengan kereta api dan dua jam dengan bus dari Pyongyang untuk mencapai perbatasan Rusia.

    Pejabat kementerian menyambut mereka di sebuah stasiun di sisi Rusia. Kemudian kelompok itu melakukan perjalanan dengan bus ke bandara Vladivostok.

    Tindakan anticovid yang ketat di Pyongyang telah memengaruhi pergerakan perjalanan dan akses ke fasilitas. Pasukan tambahan telah dikirim ke daerah perbatasan dengan perintah untuk memblokir kemungkinan penularan virus.

    Selama setahun terakhir, banyak diplomat asing telah meninggalkan negara itu dan kedutaan besar Barat telah ditutup.

    Sebagian besar pelancong telah melalui darat dan melintasi perbatasan ke Tiongkok. Namun, ada satu penerbangan pada Maret tahun lalu ke Vladivostock yang membawa diplomat dari Jerman, Rusia, Prancis, Swiss, Polandia, Rumania, Mongolia, dan Mesir.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id