comscore

Bermodalkan Pisau Saku, Pria Australia Selamat dari Terkaman Buaya

Medcom - 10 November 2021 19:03 WIB
Bermodalkan Pisau Saku, Pria Australia Selamat dari Terkaman Buaya
Ilustrasi seekor buaya di Australia. Foto: AFP
Cape York: Seorang laki-laki di Australia dilaporkan lolos dari terkaman rahang buaya. Pihak berwenang setempat mengatakan pada Rabu, 10 November 2021, laki-laki tersebut menikam kepala buaya berulang kali dengan pisau saku, saat menyeretnya ke tepi sungai terpencil di Semenanjung Cape York, Queensland, Australia.

Dilansir dari AFP, Rabu, 10 November 2021, petugas satwa liar menyatakan, setelah  selamat dari serangan mengerikan tersebut, laki-laki berusia 60 tahun ‘beruntung masih hidup’.
“Ada perjuangan dan untungnya ia lolos dari cengkeraman buaya berukuran empat hingga empat setengah meter. Kemungkinan selamat sangat kecil,” kata Matt Brien dari Departemen Lingkungan Queensland.

Saat itu, laki-laki tersebut diketahui tengah pergi memancing di propertinya minggu lalu, di dekat Hope Vale, sekitar lima jam perjalanan dari Cairns, dan mengusir seekor banteng dari tepi sungai sehingga ia dapat mengambil alih tempat. Kemudian, buaya itu pun menyerangnya.

“Ia menggambarkan melihat buaya beberapa detik sebelum menerjang ke arahnya, menjatuhkannya saat ia akan melemparkan pancingnya,” ujar departemen tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pria itu diketahui sempat meraih cabang pohon bakau dalam upaya untuk tetap keluar dari sungai, saat rahang buaya melilit sepatu botnya. Namun, ia dengan cepat kehilangan tarikan dan masuk kedalam.

“Laki-laki itu mengatakan bahwa ketika ia memasuki air, ia berhasil mengambil pisaunya dari ikat pinggangnya dan menikam buaya di kepalanya sampai ia melepaskannya,” ucap mereka.

Lalu, ia bergegas ke bank dan dibawa ke Rumah Sakit Cooktown untuk perawatan. Ia diterbangkan ke Rumah Sakit Cairns, dimana ia masih dalam pemulihan selama seminggu. Kini, seorang juru bicara Departemen Kesehatan Australia mengatakan, ia dalam kondisi ‘stabil’.

Petugas satwa liar yang mewawancarai laki-laki tersebut pada Selasa mengkonfirmasi, luka-luka dalam tubuh korban konsisten dengan serangan buaya.

“Tampaknya buaya itu menargetkan banteng atau sapi pada saat itu, dan ia berakhir di tempat yang salah pada waktu yang salah. Ini benar-benar pengalaman yang mengerikan. Ia tidak akan melupakannya dalam waktu lama,” ucap Brien kepada wartawan.

Pada 1971, jumlah buaya air asin diketahui telah meledak di Australia, sejak mereka dinyatakan sebagai spesies yang dilindungi dengan serangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Buaya air asin, yang dapat tumbuh hingga tujuh meter dan berat lebih dari satu ton, adalah fitur umum dari utara tropis benua yang luas tersebut. Kematian dilaporkan relatif jarang, dengan penduduk setempat dan pengunjung diperingatkan untuk menjaga jarak dari saluran air yang berpenghuni. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id