comscore

Perempuan Singapura Bawa Emas Senilai Rp12,5 Triliun dalam Jaringan Pencucian Uang

Fajar Nugraha - 28 Januari 2022 18:06 WIB
Perempuan Singapura Bawa Emas Senilai Rp12,5 Triliun dalam Jaringan Pencucian Uang
Emas batangan yang berupaya diselundupkan ke Inggris. Foto: NCA/Channel News Asia
Singapura: Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) pada Rabu 26 Januari 2022 menyita 15 emas batangan senilai 650.000 poundsterling atau sekitar Rp12,5 triliun. Diduga emas batangan itu terkait dengan jaringan pencucian uang internasional.

Investigasi dimulai ketika seorang perempuan Singapura dihentikan di Bandara Heathrow pada 2020. Dia diketahui membawa emas batangan di tas tangannya.
Menurut NCA, dia tiba dari Singapura dan transit melalui bandara untuk mengejar penerbangan ke Chennai, India.

"Dia awalnya mengatakan kepada penyelidik NCA bahwa dia mengambil jeruji dari toko perhiasan di Singapura ke toko perhiasan lain di India. Dia tidak memiliki penjelasan untuk rute anehnya," kata agensi tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 28 Januari 2022.

"Penyelidikan lebih lanjut oleh NCA mengungkapkan faktur yang dia bawa untuk emas itu palsu, dan toko perhiasan Chennai tidak ada. Emas itu disita sebagai hasil kejahatan, dan wanita itu diizinkan untuk melanjutkan perjalanannya,” ungkap pihak NCA.

Setelah sidang dua hari di Pengadilan Magistrat Uxbridge pada Rabu, badan tersebut diberikan penyitaan jeruji di bawah Proceeds of Crime Act.

Komandan Cabang NCA Andy Noyes mengatakan, investigasi mengungkapkan bahwa emas batangan itu milik jaringan pencucian uang kriminal yang aktif di Eropa dan Asia. Dia menambahkan bahwa penyelidik telah bekerja dengan rekan-rekan India mereka untuk menyangkal cerita wanita itu.

“Emas merupakan komoditas yang menarik bagi para penjahat untuk digunakan untuk memindahkan uang karena jumlah yang relatif kecil dapat memiliki nilai yang tinggi,” kata Noyes.

"Kami pikir mereka mencoba memindahkan mereka melalui London untuk mencoba dan menyamarkan rute mereka, dan menghindari perhatian penegak hukum India saat tiba di sana,” pungkasnya.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id