Perkakas Kuno Ungkap Manusia Purba Tinggalkan Afrika Lebih Awal

Arpan Rahman - 13 Juli 2018 09:29 wib
Salah satu perkakas kuno yang ditemukan si Shangchen, Tiongkok
Salah satu perkakas kuno yang ditemukan si Shangchen, Tiongkok (Foto: Zhaoyu Zhu).

Shangchen: Artefak batu yang ditemukan di Tiongkok telah memicu pemikiran ulang tentang migrasi manusia purba.
 
Perkakas batu kuno dan tulang-belulang binatang berumur lebih dari 2 juta tahun menunjukkan bahwa manusia purba melakukan perjalanan besar-besaran ke Asia ratusan ribu tahun lebih awal daripada yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya.
 
Temuan ini menjadi yang terbaru untuk memetakan gerakan awal hominins -- kelompok manusia purba yang mencakup spesies kita sendiri -- ketika mereka bergerak dari tanah air mereka di Afrika.
 
Bukti gerakan awal ini hanya sedikit ditemukan karena populasi pemukim pertama jumlahnya kecil. Tetapi perkakas primitif yang diciptakan makhluk ini berlaku sebagai "kartu kendali" yang efektif ketika temuan tulang sejenis amat langka.
 
Sekarang, tim yang dipimpin Dr Zhaoyu Zhu di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok telah menemukan hampir 100 artefak batu di Shangchen. Peninggalan ini menunjukkan manusia primitif hidup di sana antara 1,3 dan 2,1 juta tahun lampau.
 
Sebelumnya, bukti paling awal untuk hominin di luar Afrika berasal dari Georgia, di mana ditemukan perkakas dan tulang milik Homo erectus berumur sekitar 1,85 juta tahun.
 
Di Tiongkok, dan bahkan lebih jauh lagi di Jawa, fosil hominin hingga 1,7 juta tahun sudah ditemukan. Tetapi beberapa kalangan mengklaim aktivitas manusia di wilayah itu bahkan memiliki akar yang jauh lebih kuno.
 
Sekarang, koleksi perkakas -- berpotensi digunakan untuk memproses kerangka hewan yang ditemukan di dekatnya -- memberikan bukti kuat buat klaim ini.
 
"Penemuan kami berarti sekarang perlu untuk mempertimbangkan kembali kapan manusia awal meninggalkan Afrika," kata Profesor Robin Dennell dari Exeter University, salah satu penulis studi Nature, seperti dinukil dari Independent, Kamis 12 Juli 2018.
 
Harta-benda itu ditemukan di lapisan Bumi yang membentang hampir satu juta tahun, menunjukkan makhluk-makhluk ini hadir di wilayah itu untuk waktu yang lama dan selama periode iklim yang sangat berbeda.
 
Bukti baru bermanfaat bagi para ilmuwan yang berupaya menyatukan sejarah manusia secara tambal-sulam, namun untuk saat ini banyak hal tentang migrasi awal ini masih menjadi misteri.
 
"Perjalanan sejauh kira-kira 14.000 kilometer dari Afrika timur ke Asia timur merepresentasikan kisaran perluasan proporsi yang dramatis," tulis antropolog Profesor John Kappelman dalam komentar tentang temuan tersebut.
 
"Penyebaran hominin mungkin difasilitasi oleh peningkatan populasi saat mereka pindah ke wilayah baru," cetusnya.
 
"Namun bahkan dengan tingkat penyebaran hanya 5-15km per tahun, nilai yang sangat baik di dalam kisaran mata pencarian harian pemburu-pengumpul modern, jarak antara Afrika dan Asia bisa mencakup hanya 1.000-3.000 tahun," pungkas dia.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.