Harus Nafkahi Putrinya Berusia 50 Tahun, Dokter di Jepang Tak Bisa Pensiun

    Fajar Nugraha - 14 April 2021 18:01 WIB
    Harus Nafkahi Putrinya Berusia 50 Tahun, Dokter di Jepang Tak Bisa Pensiun
    Ilustrasi oleh Medcom.id.



    Tokyo: Seorang dokter di Jepang yang berusia 88 tahun, tidak bisa pensiun karena harus menghidupi putrinya yang saat ini berusia 50 tahun. Putrinya itu diketahui tidak memiliki ketrampilan.

    Bukan hanya satu, dokter itu harus menghidupi dua orang anak perempuan yang saat ini sudah berusia lebih dari 50 tahun. Mereka tidak memiliki keterampilan profesional yang diperlukan untuk mencari pekerjaan lain.






    Menurut Oriental Daily, Toshio Yamashita memiliki satu putra dan dua putri. Dia menjalankan kliniknya sendiri tempat dua putrinya bekerja.

    “Kedua putri sang dokter itu tidak memiliki pengalaman kerja selain bekerja di klinik ayah mereka. Mereka bahkan belum mencoba mencari pekerjaan paruh waktu di tempat lain, dan bahkan di usia 50-an, mereka tidak memiliki keterampilan profesional yang diperlukan untuk mencari pekerjaan lain,” ujar laporan dari Oriental Daily, yang dikutip World of Buzz, Rabu 14 April 2021.

    Meski sudah mencoba mengikuti pelatihan kejuruan, mereka gagal mendapatkan izin kerja yang diperlukan. Jadi, jika klinik ayah mereka tutup, mereka akan menganggur di usia 50-an, tanpa keterampilan kerja untuk diandalkan.

    Sementara itu, putra tertua Yamashita belajar kedokteran dan bekerja di rumah sakit besar. Tetapi setiap kali Yamashita berbicara dengannya tentang mengambil alih klinik, dia tidak menunjukkan minat.

    Putra Yamashita telah dua kali bercerai di masa lalu dan sekarang menikah dengan istri ketiga. Anaknya baru masuk taman kanak-kanak, dan ia memperkirakan akan ada banyak biaya pendidikan di masa depan.

    Karena itu, putra Yamashita tidak mau melepaskan pekerjaannya yang bergaji tinggi di rumah sakit hanya untuk mengambil alih klinik ayahnya yang rusak.

    Meskipun Yamashita memiliki tabungan sekitar 60 juta yen atau sekitar Rp8 miliar. Sejauh ini, ia telah menghabiskan lebih dari 300 juta yen atau sekitar Rp40,2 miliar sejak ia membuka klinik. Ini berarti Yamashita hanya memperoleh seperlima dari pendapatan. Ditambah lagi, karena harus membayar biaya kedua putrinya dan anak-anaknya dan akibatnya tabungan dia secara keseluruhan semakin menipis.

    Yamashita sekarang berusia 88 tahun dan dia tahu dia tidak punya banyak waktu lagi. Dia bahkan khawatir suatu hari nanti dia akan jatuh dan mengkhawatirkan mata pencaharian kedua putrinya.

    Selama tahun-tahun terakhir hidupnya, Yamashita hanya bisa berharap agar putrinya bisa menemukan cara untuk menghidupi diri sendiri secepatnya supaya tidak ada penyesalan di masa depan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id