Pemerintah Thailand Dorong Ganja sebagai Penghasil Uang Utama bagi Petani

    Renatha Swasty - 22 Februari 2021 07:05 WIB
    Pemerintah Thailand Dorong Ganja sebagai Penghasil Uang Utama bagi Petani
    Ganja dilegalkan di Thailand sejak 2020. Foto: AFP



    Bangkok: Ketika di banyak pengedar ganja ditangkap oleh polisi karena menyelundupkan tanaman itu ke seberang Sungai Mekong, pemerintah Thailand mendorong petani setempat untuk menanam ganja. Pemerintah setempat mendorong tanaman ini sebagai penghail uang utama bagi petani.

    Tetapi penggunaan ganja di Negeri Gajah Putih tidak sepenuhnya. Ganja hanya boleh digunakan selama bermitra dengan rumah sakit untuk tujuan pengobatan.

     



    “Pemerintah berharap ganja dan rami (varietas lain dari cannabis) akan menjadi tanaman komersial utama bagi petani,” ujar Wakil Juru Bicara Pemerintah Traisulee Traisoranakul, seperti dikutip dari Bangkok Post, Senin 22 Februari 2021.

    Akhir tahun lalu, Thailand menghapus bagian tertentu dari ganja dari daftar narkotika. Bagian tanaman dengan jumlah komponen psikoaktif tetrahydrocannabinol, atau THC yang tinggi masih diklasifikasikan sebagai narkotika Kategori 5.

    “Sejauh ini, 2.500 rumah tangga di Thailand dan 251 rumah sakit provinsi telah secara legal menanam 15.000 tanaman ganja. Mereka yang tertarik menanam ganja harus meminta persetujuan dari pihak berwenang,” ungkap Traisoranakul.

    “Universitas, perusahaan komunitas, dan industri medis dapat memperoleh lisensi untuk menanam ganja. Setiap orang berhak menanam ganja dengan bermitra dengan rumah sakit provinsi untuk penggunaan medis,” tegasnya.

    Dengan deklasifikasi bagian ganja tertentu, tanaman dapat digunakan dalam makanan dan minuman di restoran. Selama beberapa bulan terakhir, beberapa kafe dan restoran mulai menawarkan hidangan yang dibuat dengan daun ganja.

    Traisulee mengatakan ganja yang digunakan dalam makanan berasal dari produsen yang disetujui. Dia mengatakan Medical Marijuana Institute akan mengadakan sesi informasi bulan depan.

    Produsen obat negara, Government Pharmaceutical Organisation mengatakan, akan membeli ganja dari perusahaan komunitas yang disetujui hingga 45.000 baht atau Rp21,1 juta per kilogram untuk tanaman yang mengandung 12% cannabidiol.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id