Dilanda Kekeringan, 55 Gajah Mati Kelaparan di Zimbabwe

    Medcom - 23 Oktober 2019 05:06 WIB
    Dilanda Kekeringan, 55 Gajah Mati Kelaparan di Zimbabwe
    Gajah yang berada di habitat luas Afrika. Foto: AFP
    Harare: Setidaknya 55 gajah mati kelaparan dalam dua bulan terakhir di taman nasional terbesar Zimbabwe.

    Kematian itu terjadi ketika kekeringan yang serius memaksa hewan untuk menyimpang ke komunitas terdekat untuk mencari makanan dan air.

    Juru bicara Otoritas Pengelolaan Taman dan Margasatwa Nasional Tinashe Farawo menggambarkan situasi di Taman Nasional Hwange terlihat ‘sangat mengerikan’.

    Kekeringan kali ini adalah yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir di negara Afrika selatan. Mereka juga dihadapkan pada kondisi ekonomi memburuk, yang mengakibatkan kekurangan makanan dan air yang besar.

    Farawo mengatakan, ketika hewan-hewan berkeliaran di taman margasatwa Zimbabwe, mereka menghancurkan tanaman dan kadang-kadang membunuh orang. Dia menambahkan bahwa lebih dari 20 orang terbunuh dalam tahun ini.

    “Kepadatan di Hwange berkontribusi pada perusakan vegetasi - taman tersebut dapat menangani 15.000 gajah. Namun, saat ini memiliki sekitar 53.000 gajah,” jelas Farawo, dirilis dari The Guardian, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Hewan-hewan lain juga terkena dampak kekeringan dan badan margasatwa telah mengebor sumur sedalam 400 meter untuk menemukan air bagi hewan-hewan itu.

    "Satu-satunya ancaman terbesar bagi hewan kita sekarang adalah hilangnya habitat,” ucap Farawo.

    "Kami telah berhasil mengurangi perburuan secara signifikan. Kami kehilangan ratusan gajah dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, tahun lalu kami hanya kehilangan tidak lebih dari 20 perburuan," ungkap Farawo.

    Zimbabwe memiliki salah satu populasi gajah terbesar di Afrika dan berupaya diizinkan untuk berburu dan mengekspor lebih banyak dari mereka untuk mengurangi tekanan pada habitat hewan. Mereka juga tengah mengumpulkan uang yang sangat dibutuhkan untuk konservasi.

    Botswana, wilayah yang juga memiliki populasi gajah besar, mencabut larangan berburu gajah di awal tahun ini. Larangan itu membantu mengurangi konflik antara manusia dan hewan dan menghasilkan pendapatan yang sangat dibutuhkan negara itu.

    Negara-negara lain yang merupakan bagian dari Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang juga terancam punah berhasil melobi untuk membatasi penjualan gajah.  Dampak ini mengecewakan beberapa negara Afrika yang mengatakan mereka berjuang dengan sejumlah penjualan besar dari hewan.






    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id