Digantung dan Dilempar, Seekor Babi Jadi Atraksi Taman Hiburan

    Fajar Nugraha - 20 Januari 2020 18:17 WIB
    Digantung dan Dilempar, Seekor Babi Jadi Atraksi Taman Hiburan
    Babi yang menjadi atraksi pembukaan sebuah taman hiburan di Tiongkok. Foto: The Paper/BBC
    Beijing: Sebuah taman hiburan di Tiongkok memicu gelombang kemarahan di media sosial. Taman hiburan itu sengaja melempar seekor babi dari menara setinggi 88 meter, dengan menggunakan tali bungee.

    Rekaman video menunjukkan babi diikat ke tiang, dibawa oleh dua orang ke puncak menara sebelum didorong keluar. Taman hiburan yang terletak di Chongqing mengatakan, aksi itu diadakan untuk menandai pembukaan atraksi bungee baru.

    Media setempat mengatakan babi itu dikirim ke rumah jagal sesudah menjadi bahan percobaan. Aksi tersebut menyebabkan kemarahan online - yang mencerminkan semakin pentingnya hak-hak binatang di antara populasi Tiongkok.

    Taman hiburan sejak itu mengeluarkan pernyataan, mengatakan bahwa itu menerima ‘kritik’ yang diarahkan kepada mereka.

    "Kami dengan tulus menerima kritik dan saran, serta meminta maaf kepada publik," pernyataan pihak tamah hiburan, seperti dikutip BBC, Senin, 20 Januari 2020.

    "Kami akan meningkatkan pemasaran situs wisata kami, untuk menyediakan para wisatawan dengan layanan yang lebih baik,” imbuhnya.


    Taktik pemasaran vulgar


    Insiden itu terjadi pada 18 Januari di Taman Hiburan Meixin Red Wine Town di Chongqing. Acara publisitas,- yang oleh penyelenggara disebut lompat bungee babi emas,- diadakan untuk merayakan pembukaan atraksi bungee taman hiburan.

    Babi, yang menurut laporan lokal seberat 75 kilogram, terlihat didorong keluar dari menara dengan jubah ungu diikatkan di bahu. Dalam salah satu video insiden itu terdengar seperti jeritan babi yang dapat didengar jelas.

    Apa yang terjadi pada babi setelah itu tidak diperlihatkan, meskipun banyak laporan media lokal mengatakan itu akhirnya dikirim ke rumah jagal.

    Kekejaman terhadap hewan tidak dapat dihukum oleh hukum di Tiongkok. Namun, ada kesadaran yang berkembang tentang masalah kesejahteraan hewan dalam beberapa tahun terakhir.

    Meskipun beberapa orang membela insiden itu di media sosial, mengatakan tidak ada bedanya dengan "membunuh babi demi makanan", sebagian besar pengguna mengutuk tindakan perusahaan.

    "Ini adalah taktik pemasaran yang sangat vulgar," kata seorang komentator.

    "Membunuh hewan untuk dikonsumsi dan memperlakukan mereka dengan kejam untuk hiburan adalah dua hal yang berbeda. Tidak perlu menyiksa mereka seperti ini,” ungkap warga.

    Organisasi perlindungan hewan, Peta mengutuk insiden itu, menyebutnya "kekejaman terhadap binatang dalam kondisi terburuknya".

    "Babi mengalami rasa sakit dan ketakutan dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan, dan aksi promosi menjijikkan ini harus ilegal," tegas Wakil Presiden Senior Peta Jason Baker, kepada BBC News.

    "Respons kemarahan publik Tiongkok harus menjadi peringatan bagi pembuat kebijakan Tiongkok untuk segera menerapkan undang-undang perlindungan hewan,” pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id