Gigi Hiu Purba Hilang Dicuri dari Situs Warisan Dunia

Fajar Nugraha - 13 Maret 2018 21:05 wib
Fosil gigi dari hiu megalodon yang dikabarkan hilang di
Fosil gigi dari hiu megalodon yang dikabarkan hilang di Australia (Foto: AFP).

Canberra: Sebuah fosil raksasa dari hiu prasejarah telah hilang dari lokasi rahasia di situs Warisan Dunia Australia yang terpencil. Kini pihak pejabat setempat terus melakukan pencarian.
 
Gigi yang terpelihara dengan baik, yang bisa berharga bagi pengintainya, diperkirakan berusia 2-2,5 juta tahun. Gigi dari hiu Megalodon, yang dianggap sebagai salah satu ikan terbesar dan paling kuat yang pernah ada.
 
"Itu sudah cukup jelas fitur di atasnya, sehingga Anda bisa melihat tepi gigi hiu bergerigi, itu mungkin salah satu spesimen yang lebih baik yang kita tahu," kata Arvid Hogstrom dari Parks and Wildlife di Western Australia, seperti dikutip AFP, Selasa 13 Maret 2018.
 
Hogstrom menambahkan gigi ini adalah salah satu dari sedikit spesimen Megalodon di Kawasan Warisan Dunia Ningaloo Coast. "Sangat sedikit orang tahu lokasinya," tambahnya.
 
"Ini bukan sesuatu yang mungkin ada di antara orang-orang dan mereka juga diminta untuk mengeluarkannya dari batu juga," katanya.
 
"Kami kira seorang kolektor amatir (telah mengambilnya) atau seseorang yang hanya ingin memiliki fosil yang duduk di atas perapian mereka," pungkas Hogstrom.
 
Hogstrom mengatakan bahwa timnya telah bekerja untuk melindungi fosil tersebut. Fosil dengan panjang sekitar 10 sentimeter, disembunyikan di bebatuan sambil mempertimbangkan berbagai pilihan untuk ketahanan jangka panjangnya.
 
"Tapi sayangnya ada yang mengalahkan kita," tuturnya.
 
"Di lokasi yang terpencil dan kami tidak memeriksa situs ini setiap hari, kami tidak yakin kapan hal itu hilang, namun kami mendapat laporan pada Jumat (terkait hilangnya fosil ini)," imbuh Hogstrom.
 
Hiu Megalodon, yang bisa tumbuh hingga 15 meter, diyakini telah punah 1,6 juta tahun yang lalu.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.