comscore

Nelayan Kamboja Tangkap Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia

Medcom - 21 Juni 2022 19:06 WIB
Nelayan Kamboja Tangkap Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia
Ikan pari air tawar dengan bobot sekitar 300 kilogram ditangkap di Sungai Mekong, Kamboja, 14 Juni 2022. (AFP PHOTO/Wonders of the Mekong)
Bangkok: Ikan air tawar terbesar, pari raksasa, ditangkap di Sungai Mekong di Kamboja, lapor para ilmuwan dari negara Asia Tenggara dan Amerika Serikat (AS).

Pari yang ditangkap 13 Juni lalu itu memiliki panjang 4 meter dan memiliki berat hampir 300 kilogram (kg), sebagaimana dinyatakan proyek penelitian Kamboja-AS, Wonders of the Mekong, Senin, 20 Juni 2022.
Rekor ikan air tawar terbesar sebelumnya dipegang ikan lele raksasa yang ditemukan di Thailand pada 2005, dengan berat 293 kg.

Ikan pari air tawar tersebut ditangkap nelayan setempat di selatan Stung Treng, di timur laut Kamboja. Nelayan itu kemudian mengabari tim ilmuwan terdekat dari Wonders of the Mekong, yang sebelumnya telah mempublikasikan penelusuran konservasinya terkait komunitas di sepanjang sungai.

Para ilmuwan tiba beberapa jam setelah menerima telepon di atas tengah malam itu.

"Ya, ketika Anda melihat ikan seukuran ini, terutama di air tawar, ini sulit untuk dimengerti, jadi saya pikir semua anggota tim kami tercengang,” ujar pemimpin Wonders of the Mekong, Zeb Hogan, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 21 Juni 2022.

Ikan air tawar didefinisikan sebagai ikan yang menghabiskan seluruh hidupnya di air tawar, berbeda dengan spesies laut raksasa seperti tuna sirip biru dan marlin, atau ikan yang bermigrasi antara air tawar dan air asin seperti sturgeon beluga besar.

Penangkapan ikan pari disebut bukan hanya tentang membuat rekor baru.

"Fakta bahwa ikan masih bisa mencapai ukuran sebesar ini adalah harapan bagi Sungai Mekong," kata Hogan, mengacu pada banyaknya tantangan lingkungan yang dihadapi jalur air itu.

Sungai Mekong mengalir melalui Tiongkok, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Ini menjadi rumah bagi sejumlah spesies ikan air tawar raksasa, namun terjadi peningkatan masalah lingkungan. Para ilmuwan khawatir program pembangunan bendungan dalam beberapa tahun terakhir mungkin mengganggu tempat bertelur.

"Ikan besar terancam punah secara global. Itu adalah spesies bernilai tinggi. Mereka membutuhkan waktu lama untuk bertumbuh dewasa. Jadi jika ditangkap sebelum dewasa, mereka tidak memiliki kesempatan untuk berkembang biak," kata Hogan.

"Ikan-ikan besar ini banyak yang bermigrasi, sehingga membutuhkan lahan yang luas untuk bertahan hidup. Mereka terdampak oleh hal-hal seperti fragmentasi habitat dari bendungan, sudah pasti terdampak oleh penangkapan ikan berlebihan. Jadi sekitar 70 persen ikan air tawar raksasa secara global terancam punah, dan semua spesies Mekong."

Tim yang bergegas ke lokasi memasukkan alat pelacak di dekat ekor ikan itu sebelum melepaskannya. Perangkat ini akan mengirimkan informasi pelacakan hingga setahun ke depan, memberikan data yang belum pernah ada sebelumnya tentang perilaku ikan pari raksasa di Kamboja.

"Ikan pari raksasa adalah ikan yang sangat kurang dipahami. Namanya, bahkan nama ilmiahnya, telah berubah beberapa kali dalam 20 tahun terakhir," ucap Hogan. 

"Ini ditemukan di seluruh Asia Tenggara, tapi kami hampir tidak memiliki informasi tentangnya. Kami tidak tahu tentang sejarah hidupnya. Kami tidak tahu tentang ekologinya, tentang pola migrasinya."

Para peneliti mengatakan itu adalah ikan pari raksasa keempat yang dilaporkan di daerah yang sama dalam dua bulan terakhir, semuanya betina. Titik itu diduga merupakan tempat bertelur spesies tersebut.

Penduduk setempat menyebut ikan pari itu dengan julukan "Boramy", atau "bulan purnama", karena bentuknya yang bulat dan bulan berada di cakrawala ketika ikan dibebaskan pada 14 Juni. Selain sebagai kehormatan karena telah memecahkan rekor, nelayan yang beruntung diberi kompensasi sesuai harga pasar, yang berarti ia menerima bayaran sekitar US$600 atau sekitar Rp8,8 juta. (Kaylina Ivani)

Baca:  Ini Wujud Ikan Air Tawar Terbesar di Dunia yang Terjaring di Kamboja

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id