• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bahrain Ingin Rangkul Indonesia Sebar Toleransi Beragama

Marcheilla Ariesta - 06 Desember 2018 19:50 wib
Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Mohammed Ghassan Shaikho
Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Mohammed Ghassan Shaikho (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Jakarta: Bahrain ingin menyebarkan toleransi antarumat beragama ke seluruh dunia. Mereka ingin memberi contoh, sebagai negara Muslim, yang dapat menyebarkan visi toleransi ke negara-negara lain.

Untuk memperkenalkan toleransi tersebut, Kementerian Luar Negeri Bahrain meresmikan King Hamad Chair in Interfaith Dialogue and Peaceful Co-existence di Universitas Sapienza, Roma, Italia.

Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Mohammed Ghassan Shaikho mengatakan peresmian dialog antaragama ini sebagai langkah untuk mengeksiskan kembali toleransi di tengah masyarakat dan budaya yang berbeda.

"Langkah ini juga dianggap sebagai perwujudan dari keterbukaan Bahrain ke seluruh dunia karena melakukan peran aktif dalam meningkatkan pemahaman, komunikasi dan dialog," tuturnya di Jakarta, Kamis 6 Desember 2018.

Shaikho menegaskan inisiatif Kerajaan Bahrain ini dapat memberikan efek yang luar biasa dalam kehidupan bermasyrakat. Tak hanya itu, Bahrain juga ingin agar masyarakat melakukan dialog positif.

Inisiatif ini sejalan dengan yang telah dilakukan Indonesia selama ini. Indonesia membangun dialog antaragama di berbagai bidang. Bahkan, yang terakhir aadalah untuk memperkenalkan Islam jalan tengah yang baik untuk semua umat beragama.

Karenanya Bahrain berharap dapat melakukan kerja sama lebih dengan Indonesia di bidang ini. "Kami selalu bekerja sama dan saling menghargai sehingga kami beroleh hasil yang memuaskan. Karena Indonesia merupakan negara yang toleransinya sangat tinggi. Jadi saya merasa ada kesamaan antara Indonesia dan Bahrain," tutur dia.

Pada September 2017 di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), dikeluarkan Bahrain Declaration mengenai Interfaith Dialogue and Peaceful Co-existence. Isi dokumen tersebut adalah untuk memerangi terorisme dan ekstremisme di dunia, serta memajukan moderasi, toleransi dan perdamaian.

Dokumen tersebut secara langsung digagas Raja Hamad bin Isa Al Khalifa sendiri. "Prinsip ini yang menjadi awal berdirinya toleransi di Bahrain, di bawah kepemimpinan Raja Hamad," pungkasnya.
(WAH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.