comscore

RI-Slovakia Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral

Willy Haryono - 29 April 2015 11:10 WIB
RI-Slovakia Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral
Dirjen Amerop, Duta Besar Dian Triansyah Djani (kanan) bersalaman dengan Dubes Slovakia Lubomir Rehak di Jakarta, Senin (27/4/2015)
medcom.id, Jakarta: "Hubungan kerja sama politik yang telah berlangsung baik antara RI-Slovakia perlu diperkuat dengan tindak lanjut kerja sama bilateral yang konkret, khususnya di bidang ekonomi." 

Demikian kutipan pernyataan Dirjen Amerop, Duta Besar Dian Triansyah Djani, pada pertemuan dengan Duta Besar Ľubomír Rehák, Political Director, Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovakia, dalam Forum Konsultasi Bilateral RI-Slowakia ke-4 di Jakarta, (27/04/2015).
 
Menurut Dubes Rehák, Slovakia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Slovakia akan terus upayakan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ekonomi dengan Indonesia di berbagai bidang, khususnya pada sektor energi, pertanian dan pertahanan. Di sektor pertanian, kedua pihak bekerja sama dalam penelitian dan pengembangan bibit gandum tropis di Padang. Ini merupakan contoh konkret kerja sama bilateral yang dapat mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan, yang juga merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.
 
Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan kontak antar pelaku usaha kedua negara serta kerja sama investasi Slovakia di Indonesia dan juga sebaliknya. Kedua pihak juga sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral RI-Slovakia. Dalam hal ini, Dubes Djani mendorong produk Indonesia seperti ban dan minyak sawit agar masuk pasar Slovakia. Sebagai catatan, nilai perdagangan bilateral RI-Slovakia pada 2014 tercatat USD 29,91 juta dengan surplus di pihak Indonesia sebesar USD 4,94 juta.
 
Pada pertemuan tersebut Dubes Djani menekankan bahwa Indonesia adalah pintu masuk pasar ASEAN dan merupakan peluang besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.  Sedangkan, Slovakia yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad atau V4 (Slowakia, Polandia, Hongaria dan Ceko) adalah pintu masuk pasar kawasan negara-negara tersebut dan sekitarnya.
 
Pihak RI dan Slovakia sepakat meningkatkan people-to-people-contact, antara lain melalui kerja sama antar universitas, program Darmasiswa, serta penyelenggaraan Dialog Lintas Agama RI-Slovakia ke-2. Terkait hal itu, kedua pihak mengharapkan kemudahan fasilitas visa kunjungan singkat bagi Slovakia dan visa Schengen bagi Indonesia.
 
Dalam pertemuan, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama seperti ASEAN, Uni Eropa, dan perkembangan di kawasan Asia, Eropa Tengah dan Timur, serta Timur Tengah. Di samping itu, kedua pihak juga saling mendukung untuk pencalonan di berbagai organisasi internasional, termasuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Slovakia dibuka sejak 1 Januari 1993 dan peningkatan hubungan bilateral kedua negara ditandai dengan kunjungan Presiden Slovakia ke Indonesia pada tahun 2011. Investasi Slovakia di Indonesia pada 2010-2014 tercatat sebanyak 12 proyek. Dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi, kedua negara telah mengadakan Sidang Komisi Bersama (SKB) sebanyak 3 kali dan Business Round Table (BRT) sebanyak 8 kali. SKB terakhir dilaksanakan pada 2 Desember 2013 secara back-to-back dengan BRT ke-8 dan menghasilkan penandatanganan beberapa MoU antar pelaku usaha swasta (Direktorat Eropa Timur dan Tengah).
(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id