Kaisar Baru Jepang Akan Dinobatkan Hari Ini

    Marcheilla Ariesta - 22 Oktober 2019 07:30 WIB
    Kaisar Baru Jepang Akan Dinobatkan Hari Ini
    Kaisar baru Jepang, Naruhito, akan dinobatkan hari ini. (Foto: AFP).
    Tokyo: Kaisar baru Jepang, Naruhito, akan secara resmi dinobatkan dalam upacara tradisional, pada hari ini, Selasa 22 Oktober 2019. Meski demikian, Naruhito secara resmi mengemban tugasnya sebagai kaisar per 1 Mei 2019.

    Peran barunya ini tidak akan lengkap jika tak diumumkan secara resmi dalam serangkaian acara. Upacara penobatan Kaisar Naruhito direncanakan dihadiri perwakilan 180 negara, termasuk Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin.

    Dilansir dari Channel News Asia, upacara penobatan Naruhito terjadi sepekan usai Topan Hagibis menewaskan sedikitnya 80 orang. Topan ini juga meninggalkan jejak kerusakan di beberapa wilayah.

    Bahkan, masih ada masyarakat yang mencari keluarga dan kerabatnya yang hilang akibat topan tersebut. Sebagian masyarakat juga masih tinggal di penampungan.

    Melihat ini, pemerintah memilih menunta bagian penting dari upacara, yakni parade mobil terbuka. Parade tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan pasangan kerajaan ini kepada publik.

    Meski demikian, sisa upacara akan tetap berjalan. Nantinya upacara akan dimulai dengan ritual yang dilakukan di balik pintu tertutup.

    Naruhito akan 'melaporkan' proklamasinya kepada para dewa dan leluhur dalam dinasti kerajaan kuno.

    Beberapa jam kemudian, ia dan istrinya, Permaisuri Masako akan muncul di acara utama, yakni di aula Istana Kekaisaran, Pine Room.

    Naruhito akan mengenakan pakaian seremonial yang didominasi jubah luar berlapis dengan warna coklat emas. Warna tersebut hanya dikenakan kaisar.

    Sementara Masako akan mengenakan pakaian rumit yang dikenal dengan 'junihitoe', atau jubah berlapis-lapis. Jubah sutra sang permaisuri akan sangat berat sehingga dia akan sulit untuk bergerak.

    Upacara itu akan dilakukan di hadapan pedang dan permata kuno, bagian dari regalia kekaisaran. Konon, kedua benda itu diturunkan seorang dewi dan dianggap sebagai bukti penting dari legitimasi seorang kaisar.

    Setelah kaisar selesai berpidato, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, akan berseru 'Banzai' yang berarti umur panjang Kaisar, selama tiga kali untuk menyelesaikan prosesi ini.

    Kenaikan Naruhito menjadi kaisar ini memulai era baru di Negeri Matahari Terbit. Era ini disebut Reiwa yang berarti harmoni dan ketertiban.
     
    Dilahirkan pada 23 Februari 1960, Naruhito adalah pangeran Jepang pertama yang hidup bersama orangtua dan saudara kandungnya sebelum dibesarkan oleh pengasuh dan guru. Naruhito sempat menimba ilmu selama dua tahun di Universitas Oxford, Inggris, setelah lulus gelar sarjana di Jepang.
     
    Pada 1993, ia menikahi Masako Owada, yang otomatis menjadi permaisuri ketika Naruhito mengambil takhta Krisan. Pada Mei 2019, Naruhito berharap ia menjadi kaisar yang selalu dekat dengan rakyat dan berbagi suka dan duka bersama.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id