PM Jepang Bentuk Tim Penanggulangan Topan Hagibis

    Arpan Rahman - 14 Oktober 2019 15:00 WIB
    PM Jepang Bentuk Tim Penanggulangan Topan Hagibis
    Warga berjalan di tengah genangan banjir di Nagano, Jepang, Senin 14 Oktober 2019. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)
    Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berencana membentuk sebuah tim penanggulangan bencana untuk mengatasi dampak buruk usai terjangan Topan Hagibis.

    Menurut data terbaru media Kyodo News, jumlah korban tewas Topan Hagibis mencapai 40 orang, dengan belasan lainnya masih dinyatakan hilang. Hagibis tiba di Jepang pada Sabtu 12 Oktober, yang memicu terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Jepang.

    "Respons kita haruslah cepat dan tepat," kata PM Abe, dikutip dari Japan Today, Senin 14 Oktober 2019.

    PM Abe menyebut tim penanggulangan bencana akan terdiri dari staf beragam kementerian. Fokus utama tim adalah menanggulangi dampak buruk yang ditimbulkan Hagibis, termasuk juga memulihkan jaringan kelistrikan dan air bersih.

    Tim juga harus dapat memastikan semua warga Jepang yang mengungsi ke sejumlah tempat penampungan mendapat layanan terbaik.

    Kerusakan serius akibat banjir terjadi di prefektur Nagano. Banjir di area tersebut berasal dari luapan Sungai Chikuma. Prefektur Miyagi dan Fukushima juga sama-sama dilanda banjir berskala masif.

    Di Fukushima, sebuah insiden sempat menyedot perhatian publik. Seorang wanita lanjut usia tewas akibat terjatuh dari sebuah helikopter penyelamat. Dia adalah satu dari 40 korban tewas Topan Hagibis.

    Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo meminta maaf atas terjadinya insiden tersebut. Mereka mengakui bahwa salah satu petugas memang lupa memasangkan kait pengaman.

    Insiden terjadi di kota Iwaki di prefektur Fukushima. Wanita yang namanya tidak disebutkan itu terjatuh dari ketinggian 40 meter, dan dikonfirmasi meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit.
     
    Prosedur standar yang tidak diikuti menjadi penyebab terjadinya insiden. Salah satu petugas seharusnya memasangkan kait, dan rekannya harus mengonfirmasi bahwa pengaman itu sudah benar-benar terkunci.

    Lebih dari 100 ribu petugas penyelamat -- termasuk 31 ribu personel militer -- menggali material longsor untuk mencari korban selamat. Sebagian besar kematian terkait Hagibis di Jepang diakibatkan tenggelam di tengah banjir atau terkubur tanah longsor.
     
    Selain menggunakan helikopter, petugas juga memakai perahu karet untuk mengevakuasi ribuan warga dari wilayah terdampak banjir. Di Kawagoe, petugas mencoba mengevakuasi ratusan lansia dari sebuah panti jompo yang hampir sepenuhnya terendam banjir.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id