• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Pentingnya Diplomasi Pertahanan untuk Perdamaian Dunia

Marcheilla Ariesta - 11 Juli 2018 11:48 wib
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam)
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dalam pembukaan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Diplomasi pertahanan bukanlah hal baru bagi Indonesia, namun kemampuan ini harus diperkuat. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dalam pembukaan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018.
 
"Diplomasi pertahanan adalah salah satu bentuk diplomasi yang memanfaatkan sumber daya pertahanan negara dengan cara dan metode diplomatik untuk kepentingan damai," ucap Wiranto di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.
 
Menurut dia, perdamaian dunia merupakan hal yang perlu diperjuangkan. Pasalnya membutuhkan komitmen, sumber daya yang banyak, strategi dan kerja keras yang berkelanjutan.
 
Sementara itu, ancaman terhadap keamanan di Indonesia bahkan dunia masih sangat tinggi, terutama dalam hal terorisme. Wiranto mengatakan ancaman malah semakin kompleks, namun upaya dan kemampuan untuk menghadapinya masih sangat terbatas.
 
"Jika melihat potret lingkungan secara umum, dapat diungkapkan dalam dua frase, yakni ketidakmampuan lingkungan strategis yang tinggi dan kompleksitas ancaman," imbuhnya.
 
Dia mencontohkan serangan terorisme Mei lalu yang terjadi di Surabaya. Indonesia belum bisa lepas dari ancaman terorisme tersebut, kata dia.
 
Sementara itu, berbagai tantangan keamanan yang bisa berdampak pada perdamaian global juga terus bermunculan. Kasus regional bisa berdampak pada perdamaian dunia dan efek berlapisnya bisa merambat ke berbagai negara.
 
Karenanya, ucap Wiranto, dia setuju untuk mendorong penguatan diplomasi pertahanan. Menurut dia, penting meminta suara dan pendapat dari banyak pihak untuk dikembangkan demi kepentingan bersama.
 
Wiranto berharap seminar IIDSS 2018 dapat mengeluarkan inspirasi dan dorongan bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan regional dan global.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.