• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 20 NOV 2018 - RP 51.121.521.604

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Diplomasi Membumi Kemenlu untuk Rakyat Indonesia

Sonya Michaella - 12 Juli 2018 11:50 wib
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan. (Foto: Kemenlu RI).

Jakarta: Diplomasi harus membumi. Setidaknya, inilah pesan yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terkait dengan diplomasi di sosial media.
 
Baca juga: Teknologi dan Sosial Media jadi Aset Diplomasi.
 
Hal yang sama kembali diulang oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Cecep Herawan. Ia mengatakan, sasaran utama diplomasi melalui sosial media adalah masyarakat.
 
"Tujuan kami untuk melebarkan sosial media seperti Instagram dan Twitter tentu untuk berkomunikasi dengan masyakarat dan juga mengedukasi masyarakat," kata Cecep di acara International Seminar on Digital Diplomacy, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
"Kita sebagai diplomat sangat penting menjaga komunikasi dengan masyakarat. Salah satu cara ya lewat sosial media," lanjut dia.
 
Cecep menuturkan, pada 2002, Kemenlu hanya memiliki satu platform untuk berkomunikasi dengan masyarakat yaitu website resmi di kemlu.go.id.
 
Seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi yang amat pesat, Kemenlu kini telah memiliki akun Twitter, Facebook dan Instagram.
 
Cecep pun memberi contoh, hanya dengan karakter yang terbatas di Twitter, Kemenlu bisa membagikan informasi yang penting kepada masyarakat Indonesia.
 
"Dengan negara lain jelas tidak bisa dikatakan bersaing. Kami sama-sama berkebutuhan untuk memberi informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat," tutur mantan Wakil Duta Besar RI di Korea Selatan ini.
 
Tak hanya itu, Kemenlu pun kini memiliki aplikasi bernama Safe Travel untuk alat proteksi diri dari WNI yang berwisata ke luar negeri hanya dengan satu sentuhan.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.