Pakistan Tuding India Gunakan Air sebagai Senjata

    Marcheilla Ariesta - 20 Agustus 2019 12:15 WIB
    Pakistan Tuding India Gunakan Air sebagai Senjata
    Warga Pakistan berdemo agar Kashmir aman. (Foto: AFP).
    Islamabad: Pakistan menuduh India seolah sengaja mengobarkan 'perang' karena tak menginformasikan mengenai pelepasan air bendungan yang dapat memicu banjir di perbatasan.

    Islamabad mengatakan pelepasan air ke Sungai Sutlej itu adalah bagian dari upaya India untuk merusak perjanjian kedua negara.

    "Mereka mencoba untuk mengisolasi secara diplomatis, mereka mencoba mencekik ekonomi kami yang akan berdampak pada perekonomian dan sektor pertanian," ucap ketua Air dan Otoritas Pengembangan Daya (WAPDA) Muzammil Hussain, dilansir dari VOA, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Hubungan kedua negara semakin tegang setelah India mencabut status khusus bagiannya dari wilayah Kashmir. Pakistan geram dan memotong jalur transportasi serta perdagangan, bahkan mengusir duta besar India sebagai balasan.

    Akibat pelepasan air dari bendungan, otoritas darurat Pakistan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan banjir di beberapa daerah di Punjab. Banjir mungkin terjadi jika Sungai Sutlej meluap.

    "India tidak berkomunikasi dengan kami mengenai pelepasan air ke sungai Pakistan," imbuh Direktur Jenderal Manajemen Bencana Provinsi Punjab (PDMA), Khurram Shahzed.

    Baca juga: Trump Bicarakan Kashmir dengan PM India dan Pakistan

    Sementara itu, Kementerian Air dan Kementerian Luar Negeri India belum merespons pernyataan Pakistan. Namun seorang pejabat pemerintah India mengatakan pelepasan air ini adalah 'latihan rutin' selama musim hujan.

    Pejabat tersebut mengatakan volume air yang dilepaskan tidak signifikan, sehingga tak perlu ada komunikasi di level pemerintah kedua negara.

    Tak hanya berselisih soal Kashmir, Selama ini India dan Pakistan juga sering berdebat mengenai sumber daya air.

    Februari lalu, India yang terletak di bagian hulu mengancam akan berhenti berbagi kelebihan air dengan Pakistan. Ancaman dikeluarkan setelah adanya serangan bom bunuh diri oleh kelompok militan Pakistan di Kashmir yang menewaskan 40 polisi paramiliter India.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id