Bintang Baru Muncul di Kabinet Jepang

    Medcom - 11 September 2019 12:49 WIB
    Bintang Baru Muncul di Kabinet Jepang
    Shinjiro Koizumi tiba di kediaman PM Abe di Tokyo, Jepang, 11 September 2019. (Foto: AFP/TOSHIFUMI KITAMURA)
    Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe merombak kabinet dengan menunjuk sejumlah orang untuk mengisi jabatan menteri, termasuk bintang baru politik yang sedang naik daun: Shinjiro Koizumi -- anak dari mantan PM Junichiro Koizumi.

    PM Abe menunjuk Koizumi, pria 38 tahun yang dicintai publik Jepang, sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Yoshiaki Harada.

    Perombakan dilakukan saat era kepemimpinan PM Abe mendekati masa akhir. "PM Abe sepertinya berniat memulai perlombaan terbuka untuk menunjuk perdana menteri baru," kata Yoshimasa Maruyama, seorang ekonom dari SMBC Nikko Securities, dilansir dari AFP, Rabu 11 September 2019.

    Sebagai sosok yang dicintai di Jepang, Koizumi mendapat sorotan luas saat menikahi presenter televisi Christel Takigawa. Pengumuman pernikahan mereka bahkan disampaikan di kantor PM Abe.

    Koizumi adalah menteri termuda ketiga yang masuk kabinet Jepang sejak berakhirnya Perang Dunia II. Dalam dunia politik Jepang, sosok muda relatif sulit masuk ke kabinet karena kuatnya budaya senioritas.

    Meski terus disorot media, Koizumi cenderung enggan mengungkapkan pandangannya mengenai beragam isu terkini di Jepang, termasuk soal nuklir. Publik Jepang masih belum tahu apakah Koizumi akan mengikuti jejak ayahnya yang memposisikan diri sebagai sosok anti-nuklir.

    Selain Koizumi, PM Abe menggeser Taro Kono dari jabatan Menteri Luar Negeri ke Menteri Pertahanan. Sementara Menlu Jepang akan dijabat oleh Toshimitsu Motegi, yang diangkap PM Abe atas perannya dalam menegosiasikan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat.

    Sejumlah analis menilai penggantian Menlu Jepang tidak akan banyak mengubah kebijakan diplomasi Negeri Sakura secara signifikan. Ini dikarenakan sebagian besar arah kebijakan luar negeri Jepang diputuskan dari kantor perdana menteri.

    Sementara untuk urusan pertahanan, PM Abe memercayakan Taro Kono di tengah memburuknya hubungan Jepang dengan Korea Selatan.

    November mendatang, PM Abe akan menjadi pemimpin terlama dalam sejarah Jepang. Namun ia diyakini akan mundur dari kepemimpinan Partai Demokratik Liberal (LDP) dalam pemilihan umum 2021.

    Penulis: Rifqi Akbar

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id