Kapal Tiongkok Cemari Perairan Korsel dengan Tumpahan Minyak

    Arpan Rahman - 20 Desember 2019 15:32 WIB
    Kapal Tiongkok Cemari Perairan Korsel dengan Tumpahan Minyak
    Kapal asal Tiongkok kerap mencemari laut Korea Selatan. Foto: UPI
    Seoul: Penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) akan menindak kapal penangkap cumi-cumi asal Tiongkok yang beroperasi secara ilegal di dekat Ulleungdo. Ini adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Negeri Ginseng.

    “Pihak berwenang Seoul mengatakan para nelayan Tiongkok tidak hanya ‘menyapu’ cumi-cumi di dekat pulau itu. Tetapi juga membuang sampah plastik di perairan Korsel,” kata kantor berita EDaily, Kamis.

    Disitat dari UPI, Jumat 20 Desember 2019, aktivitas ilegal Tiongkok dapat menyebabkan penurunan drastis cumi-cumi Korsel.

    Menurut Kementerian Maritim Korsel, tangkapan cumi-cumi hanya mencapai 1.987 ton pada Oktober tahun ini, turun 82 persen dari Oktober 2018. Tangkapan tahun ini merupakan rekor terendah sejak 1990, kata pemerintah Korsel.

    Kapal-kapal Tiongkok juga menangkap cumi-cumi di perairan Korea Utara. Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Seoul mengatakan, jumlah kapal Tiongkok di perairan Korut telah meningkat 18 kali lipat dari 2004 hingga 2018.

    Lembaga itu juga mengatakan, kapal-kapal Tiongkok bertanggung jawab atas memburuknya polusi minyak di laut, di daerah Ulleungdo dan dekat Kepulauan Dokdo yang disengketakan.

    Kapal-kapal Tiongkok menyebabkan "kerusakan sekunder" ketika mereka berlayar melipir ke daerah-daerah dekat Ulleungdo selama kondisi cuaca buruk, termasuk membuang sampah secara ilegal. Laporan EDaily termasuk foto-foto botol minuman plastik asal Tiongkok di dekat pulau, diterbitkan dengan izin dari KIOST.

    Laporan sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan Tiongkok sebelumnya membuat marah warga Korsel. Pada 2017, foto bandara berserakan sampah di Pulau Jeju menjadi viral. Sampah telah ditinggalkan oleh pengunjung Tiongkok yang bepergian ke Jeju bebas visa, dan sering menghabiskan waktu mereka sebelum berangkat berbelanja di butik bebas bea di bandara.

    Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama bagi Jeju. Situs News 1 melaporkan Kamis, pemegang paspor Filipina, Vietnam, dan Indonesia akan diizinkan untuk bepergian ke Jeju tanpa visa.

    Tujuan Seoul adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan menjadi 20 juta setiap tahun, menurut laporan tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id