Didakwa Perkosa WNI, Politikus Malaysia Memutuskan Cuti

    Fajar Nugraha - 27 Agustus 2019 18:13 WIB
    Didakwa Perkosa WNI, Politikus Malaysia Memutuskan Cuti
    Anggota Dewan Eksekutif Perak yang didakwa memperkosa warga negara Indonesia (WNI) Paul Yong Choo Kiong. Foto: The Star.
    Ipoh : Anggota Dewan Eksekutif Perak yang didakwa memperkosa warga negara Indonesia (WNI) Paul Yong Choo Kiong akhirnya memutuskan cuti dari tugas resminya.

    Yong mengatakan dia hanya ingin fokus pada pengadilan kasus pemerkosaannya untuk membersihkan namanya dan membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

    “Setelah mempertimbangkan posisi itu dengan hati-hati, saya memutuskan untuk mengambil cuti dari tugas resmi saya sebagai anggota exco negara,” ucap Yong.

    "Saya juga merasa bahwa saya harus menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi saya karena saya selalu melakukan dalam karir saya sebagai politisi dan saya akan mengomunikasikan keputusan saya kepada mentri besar," katanya dalam sebuah pernyataan kemarin, seperti dikutip The Star, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Sebelum persidangan Jumat, Mentri Besar Perak, Ahmad Faizal Azumu telah menyarankannya untuk pergi cuti. Yong mengatakan, pengacaranya akan meminta pengadilan untuk menentukan tanggal persidangan sedini mungkin.

    “Ini supaya aku bisa dibenarkan secepat mungkin. Ini adalah konspirasi politik yang buruk terhadap saya dan kerasnya tuduhan ini telah menyebabkan kesusahan besar bagi saya, keluarga dan kolega saya,” tegasnya.

    "Sementara itu, saya akan terus melayani konstituen saya sebagai anggota majelis Tronoh," imbuh Yong.

    Pengacaranya, Leong Cheok Keng, yang adalah anggota majelis Malim Nawar, memuji dia atas keputusan sukarela tersebut.

    “Dia adalah politisi pertama di negara ini yang melakukannya, meskipun tidak dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Dia telah menetapkan preseden dan standar tinggi untuk semua politisi,” tutur Leong.

    Leong mengatakan bahwa Yong menginstruksikan tim hukum untuk mempercepat tanggal persidangan dan bahwa ini menunjukkan ‘kepercayaannya untuk membangun kepolosannya di pengadilan’.

    Saat dihubungi, Wakil Ketua Perak Amanah, Datuk Seri Mohammad Nizar Jamaluddin mengatakan, Yong membuat keputusan yang rasional.

    “Dia masih anggota majelis dan masih bisa melayani daerah pemilihannya. Itu hanya sesuatu yang jangka pendek," tambahnya.

    Nizar, yang juga anggota negara exco, mengatakan administrasi negara tidak akan terpengaruh.

    Ketua PKR wilayah Perak Farhash Wafa Salvador Rizal Mubarak mengatakan harus ada rasa hormat terhadap proses hukum. "Setiap pegawai negeri harus bebas dari kesalahan dan itu termasuk persepsi publik," pungkas Rizal.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id