Taliban Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Sudah Selesai

    Arpan Rahman - 30 Agustus 2019 16:11 WIB
    Taliban Sebut Kesepakatan Damai dengan AS Sudah Selesai
    Negosiator Taliban yang melakukan diskusi dengan Amerika Serikat. Foto: AFP.
    Kabul: Kesepakatan damai untuk mengakhiri perang 18 tahun Amerika di Afghanistan hampir selesai, kata Taliban. Rancangannya sebagai bukti telah dibaca dan diterjemahkan sebelum ditandatangani.

    Kepala negosiator AS, Zalmay Khalilzad, akan meninggalkan para pejabat untuk menyelesaikan perincian akhir di Doha, dan terbang ke Kabul memberi pengarahan kepada pemerintah Afghanistan. Dia kemudian diperkirakan menuju Brussels untuk bertemu sekutu NATO sebelum kesepakatan ditandatangani dan diumumkan, kata sumber yang tahu dengan perundingan.

    "Kami berharap ada kabar baik segera bagi negara Muslim kami yang mencari kemerdekaan," kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Doha, disitir dari Telegraph, Jumat 30 Agustus 2019.

    Rincian perjanjian itu tidak akan diumumkan sampai selesai. Tetapi beberapa sumber yang diberi penjelasan tentang perundingan itu mengatakan bahwa pihaknya diperkirakan melihat Amerika menarik pasukan selama sekitar 15 bulan, tetapi hanya jika kondisi keamanan di lapangan terpenuhi.

    Taliban akan memberikan jaminan bahwa daratan Afghanistan tidak akan menjadi landasan bagi berbagai serangan oleh sejumlah kelompok teroris transnasional, meskipun tidak jelas bagaimana hal itu akan diverifikasi. Mereka juga akan memulai pembicaraan dengan para pemimpin Afghanistan guna membahas penyelesaian politik yang lebih luas.

    Pembicaraan gagal menyepakati gencatan senjata luas, namun entah apakah Amerika akan tetap mempertahankan kekuatan antiterorisme permanen di negara itu untuk terus menargetkan kelompok Islamic State (ISIS) dan Al Qaeda. Kedua masalah telah "disingkirkan menuju pembicaraan selanjutnya".

    Pembicaraan antara Taliban dan politisi Afghanistan sekarang dapat dimulai dengan cepat dan para pejabat internasional sudah memulai persiapan untuk pertemuan di ibu kota Norwegia, Oslo.

    Utusan Taliban dan Amerika menghabiskan lebih dari setahun upaya mencapai penyelesaian, bertemu dalam sembilan putaran pembicaraan. Kesepakatan apa pun tampaknya tidak akan dengan cepat menghentikan pertumpahan darah yang telah menjadi konflik paling mematikan di dunia. 

    Taliban sampai sekarang menolak pembicaraan resmi dengan pemerintah Afghanistan, yang mereka anggap sebagai rezim boneka AS, dan telah menolak gencatan senjata melawan pasukan Afghanistan. 



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id