Pengadilan Dugaan Korupsi Najib Razak Kemungkinan Ditunda

    Fajar Nugraha - 11 Februari 2019 07:35 WIB
    Pengadilan Dugaan Korupsi Najib Razak Kemungkinan Ditunda
    Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: The Star).
    Kuala Lumpur: Pengadilan korupsi dari mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang pertama, dijadwalkan berlangsung Selasa 12 Februari. Namun ada kabar yang menyebutkan bahwa pengadilan akan ditunda.

    Pengadilan ini merupakan persidangan terhadap serangkaian tuntutan yang diarahkan kepada Najib. Adapun kemungkinan penundaan disebabkan karena pengacara pembela menyerahkan permintaan di saat akhir untuk sidang dengar pendapat.

    Najib, mantan Perdana Menteri Malaysia pertama yang akan menghadapi persidangan, telah mengajukan permohonan untuk tetap diadili atas tujuh dakwaan yang melibatkan 42 juta ringgit Malaysia terkait dana milik SRC International Sdn Bhd. SRC adalah salah satu anak perusahaan dari 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

    Penundaan kemungkinan akan tetap  terjadi walaupun Jaksa Agung Tommy Thomas telah memberitahu pengadilan pada  Kamis pekan lalu bahwa penuntutan siap untuk memulai kasus Najib besok.

    Dijuluki persidangan ‘SRC International’ oleh media dan ditetapkan untuk sidang 11 hari bulan ini diharapkan akan menarik perhatian lokal dan global.

    “Kami juga sudah menyiapkan pernyataan saksi. Setelah para saksi membacakan pernyataan mereka, pembela akan memeriksa silang mereka," kata sumber-sumber kepada Bernama, Senin, 11 Februari 2019.

    Penuntut telah menyerahkan lebih dari 3.000 halaman dokumen, termasuk berita acara wawancara SRC International. Mereka telah memanggil 50 saksi untuk memberikan kesaksian selama seluruh persidangan.

    Ketujuh dakwaan itu dijadwalkan menjadi  tuntutan pertama yang diadili di pengadilan dari 42 dakwaan yang dilancarkan terhadap Najib dalam kasus ini. Kasus yang menimpa Najib digambarkan sebagai skandal kleptokrasi terburuk yang pernah ada, terkait dengan 1MDB.

    Pada 4 Juli tahun lalu, anggota parlemen yang mewakili wilayah Pekan ini  menuduh pengadilan atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan atas proses penyelidikan kasus dugaan korupsi 1MDB yang dijalaninya.

    Pada 8 Agustus, ia muncul di pengadilan lagi untuk kedua kalinya dan didakwa dengan tiga tuduhan pencucian uang yang melibatkan jumlah dana yang sama, 42 juta ringgit Malaysia. Sejak itu, Najib telah dituntut empat kali lagi, sehingga total enam kali dia muncul di pengadilan.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id