Menhan Jepang Tegaskan Korut Masih Jadi Ancaman Global

    Willy Haryono - 01 Juni 2019 17:06 WIB
    Menhan Jepang Tegaskan Korut Masih Jadi Ancaman Global
    Menhan Jepang Takeshi Iwaya. (Foto: AFP-JIJI)
    Singapura: Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengatakan bahwa Korea Utara masih menjadi ancaman bagi keamanan global. Ia juga mengajak komunitas internasional untuk bekerja bersama-sama dalam mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.

    Iwaya juga mengkritik uji coba misil jarak pendek oleh Korut yang dinilainya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    "Kita perlu mengingatkan diri kita masing-masing bahwa belum ada perubahan esensial dalam program nuklir dan misil Korut," ujar Iwaya dalam pidato di Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Asia, atau dikenal dengan Shangri-La Dialogue, di Singapura, Sabtu 1 Juni 2019.

    Pyongyang meluncurkan roket balistik jarak pendek pada 4 dan 9 Mei lalu, sekitar dua bulan usai Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu di Vietnam. Trump tidak mempermasalahkan uji coba roket itu, yang disebutnya hanyalah "senjata-senjata kecil."

    Pertemuan Trump dan Kim di Vietnam tidak membuahkan kesepakatan apapun. Negosiasi lanjutan usai pertemuan tersebut juga tersendat.

    "Hal mengkhawatirkan saat ini adalah tekad dari komunitas internasional mulai meredup, sementara Korut belum menyelesaikan denuklirisasi secara menyeluruh," tutur Iwaya, dilansir dari laman Kyodo News.

    "Sekarang saatnya melakukan upaya bersama untuk mengimplementasikan resolusi PBB demi menghentikan ambisi nuklir dan misil balistik Korut," sambungnya.

    Iwaya menambahkan Tokyo ingin berdialog langsung dengan Pyongyang. "Jepang ingin menormalisasi hubungan dengan Korut melalui sebuah resolusi komprehensif dalam berbagai isu, termasuk penculikan," ungkap Iwaya. Ia merujuk pada dugaan penculikan terhadap sejumlah warga Jepang oleh Korut di masa lalu.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Kim Jong-un "tanpa ada syarat" apapun. PM Abe juga mengutarakan keinginannya untuk menyelesaikan isu penculikan di tahun 1970-1980-an.

    Baca: PM Abe Didukung Trump untuk Bertemu Kim Jong-un

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id