• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 20 NOV 2018 - RP 51.121.521.604

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengadilan Tuntut Wartawan Reuters dengan UU Rahasia Negara

Arpan Rahman - 09 Juli 2018 19:04 wib
Dua wartawan Reuters, Kyaw Soe Oo (tengah) and Wa Lone (kanan).
Dua wartawan Reuters, Kyaw Soe Oo (tengah) and Wa Lone (kanan). (Foto: Ye Aung Thu/AFP/Getty Images)

Yangon: Dua wartawan kantor berita Reuters yang meliput mengenai dugaan pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar telah dituduh melanggar Undang-undang Rahasia Negara Myanmar (Official Secrets Act)

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dituntut di bawah aturan era-kolonial 1923 karena diduga secara ilegal mendapatkan rahasia negara dalam bentuk dokumen-dokumen pemerintah. Keduanya menghadapi hukuman 14 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Sebelum penangkapan, kedua wartawan itu tengah menyelidiki pembunuhan 10 warga Rohingya di desa Inn Dinn, negara bagian Rakhine utara. Reuters mempublikasikan laporan mereka dengan mengutip keterangan penduduk desa dan petugas keamanan pada Februari.

Kasus ini menarik perhatian global. Sejumlah diplomat Barat dan berbagai kelompok hak asasi manusia mengatakan ini adalah ujian kemajuan menuju demokrasi penuh Myanmar di bawah pemerintahan peraih Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi. Di Myanmar, militer masih memegang pengaruh besar dalam pemerintahan.

Berbicara di luar pengadilan Yangon pada Senin 9 Juli 2018, pengacara pembela dua wartawan tersebut, Khin Maung Zaw, mengatakan "tidak puas" dengan putusan hakim. 

Hakim Ye Lwin dari pengadilan distrik utara Yangon menjatuhkan tuntutan pagi ini, dan persidangan awal akan dimulai pada 16 Juli mendatang.

Baca: Pengadilan Myanmar Tolak Hentikan Kasus Wartawan Reuters

Kedua wartawan Reuters ditahan pada 12 Desember ketika mereka bertemu dengan polisi di sebuah restoran. Kala itu, mereka menyerahkan dokumen yang diduga terkait operasi keamanan di negara bagian Rakhine utara. 

Lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya melarikan diri dari Rakhine utara ke Bangladesh sejak operasi militer Myanmar pada Agustus tahun lalu. PBB menyebut operasi itu sebagai "pembersihan etnis." Namun Myanmar menyebut operasi di Rakhine hanya untuk memburu kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA.

Khin Maung Zaw berkata kepada media Guardian bahwa dua wartawan Reuters akan mengaku tidak bersalah, dan empat saksi akan dihadirkan di pengadilan untuk membela keduanya. Dia memperkirakan persidangan akan berlangsung paling lama dua bulan.

Kasus dua wartawan Reuters ini telah dikecam sebagai serangan terhadap kebebasan pers oleh sejumlah diplomat, media lokal, dan aktivis HAM.



(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.