• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Indonesia dan Thailand Bertekad Perangi Pencurian Ikan

Willy Haryono - 06 Juli 2018 16:35 wib
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan JCM ke-9
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan JCM ke-9 dengan Menlu Thailand Don Pramudwinai (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Yogyakarta: Masalah penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing merupakan salah satu masalah utama sejumlah negara yang memiliki garis pantai seperti Indonesia dan Thailand.

Baca: Lewat JCM, Thailand Lanjutkan Momentum Positif dengan Indonesia.
 
Isu Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing ini hampir selalu diangkat dalam berbagai forum, termasuk Joint Commission Meeting (JCM) ke-9 antara Indonesia dengan Thailand di Yogyakarta.
 
"Soal illegal fishing, ini salah satu prioritas Indonesia," ujar Menlu Retno di sela-sela JCM ke-9 di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Jumat 6 Juli 2018.
 
Tidak hanya soal memerangi illegal fishing, Menlu Retno menginginkan kerja sama dengan Thailand dalam hal pemrosesan hasil laut seperti ikan. "Bagaimana kita bisa masuk ke wilayah industrinya," sebut Menlu Retno.
 
Thailand sepakat IUU merupakan isu yang harus menjadi salah satu prioritas. Menlu Thailand Don Pramudwinai juga tidak mau hasil laut di perairannya dicuri begitu saja oleh nelayan asing.
 
"Memerangi illegal fishing juga agenda besar di Thailand," kata dia.
 
Menlu Don menilai IUU ini, terutama yang terjadi di kawasan, harus diselesaikan lewat kerja sama antar negara. "Kami akan meningkatkan upaya dalam bekerja sama dengan mitra-mitra kami dalam memerangi penangkapan ikan secara ilegal ini," lanjut Menlu Don.
 
Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pada 2016 kerugian Indonesia atas illegal fishing berkisar 100-300 triliun per tahun.
 
Susi mengklaim bahwa data Food and Agriculture Organisation (FAO), salah satu agensi PBB, menyatakan bahwa kerugian yang diderita Indonesia akibat illegal fishing mencapai USD50 miliar atau Rp600 triliun.
(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.