• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Negara-negara di Asia Diminta Dukung Perdamaian Korut-Korsel

08 November 2018 01:13 wib
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara dalam forum internasional The KOR-ASIA Forum 2018 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 7 November 2018. Foto: Dok/Istimewa

Jakarta: Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengajak negara-negara di Asia bersama-sama menyokong proses perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara di Semenanjung Korea. Megawati menyebut, Semenanjung Korea ini sebagai "the peninsula of the sovereignty of Asian nation". Atau semenanjung kedaulatan negara-negara Asia.

Demikian disampaikan Megawati ketika menjadi pembicara dalam forum internasional The KOR-ASIA Forum 2018 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 7 November 2018.

Megawati mengaku, dirinya sampai meneteskan airmata ketika pada 27 April lalu, pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara sepakat menandatangani Deklarasi Panmunjon untuk perdamaian, kemakmuran dan persatuan Semenanjung Korea. Baginya, sejarah baru sudah dituliskan, bukan hanya bagi kedua Korea, tapi bagi bangsa di Asia.

"Bagi saya, Semenanjung Korea adalah semenanjung kedaulatan bangsa Asia," kata Megawati dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Kim Jong-un Segera Kunjungi Korsel

Setelah perdamaian di Semenanjung Korea tercapai, lanjut Megawati, tugas berikutnya untuk Asia adalah terus menerus mengawal dan mengisi perdamaian. Dan itu dilakukan tanpa membatasi diri pada hal-hal yang terjadi semata-mata di benua Asia. Ini berdasar sebuah kesadaran, bahwa saat ini semua negara di dunia bergantung satu sama lain.

"Tak ada lagi negara dan bangsa dapat mengucilkan diri dari bangsa-bangsa lain. Urusan dan masalah dunia adalah juga urusan dan masalah Asia. Masa depan Asia bergantung pada pemecahan masalah internasional yang multidimensi," bebernya.

Karena itu, lanjut dia, perdamaian di Semenanjung Korea sebaiknya menjadi simbol persatuan bagi bangsa-bangsa Asia. Yang bersatu karena sikap bersama untuk secara aktif terlibat dalam memberikan sumbangan positif bagi perjalanan umat manusia.

"Tugas kita selanjutnya untuk tetap menggalang persatuan, tak hanya di Asia tetapi juga dengan bangsa-bangsa lain, khususnya Afrika. Asia-Afrika," ujar Megawati.


Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional The KOR-ASIA Forum 2018 yang digelar di Seoul, Korea Selatan, Rabu, 7 November 2018. Foto: Dok/Istimewa

Disebut Megawati, Asia-Afrika bisa bersatu karena ketidaksetujuan terhadap rasisme, terorisme dan radikalisme, perdagangan manusia dan narkotika. Asia-Afrika bersatu karena kesepakatan bersama untuk menentang kejahatan moneter internasional. Asia-Afrika akan tetap memperkuat persatuan untuk menghadapi dan mencari solusi bagi perubahan iklim global dan isu-isu lingkungan hidup lainnya. Asia-Afrika bersatu untuk melahirkan pembangunan yang menciptakan kemakmuran bagi warga dunia.

"Terima kasih para pemimpin dan rakyat Korea Utara dan Korea Selatan. Anda sekalian telah menginspirasi Asia-Afrika dan dunia bahwa tak ada tugas lebih besar yang lebih penting dari memupuk sebuah perdamaian," ujar Megawati.

Baca juga: Megawati Paparkan Peran Indonesia Mendamaikan Korut-Korsel

"Saya Megawati Soekarnoputri, mewakili rakyat Indonesia, selalu dan selalu akan menjadi bagian dari perdamaian di Semenanjung Korea. Semenanjung Korea, semenanjung kebangkitan Asia, semenanjung dimana sayap-sayap perdamaian Asia diterbangkan ke segenap penjuru dunia," tambah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.

Forum itu menggelar sejumlah seri pembicaraan dan diskusi panel mengenai isu Korea dan Asean, yang didukung penuh oleh The ASEAN-Korea Centre.

Di acara itu, selain Megawati sejumlah petinggi negara lain juga menjadi pembicara. Seperti mantan Presiden Mongolia Punsalmaagiyn Orchirbat, dan Deputi PM Tajikistan Davlatali Said.


(MBM)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.