Pemilu Lokal Hong Kong Dimulai

    Willy Haryono - 24 November 2019 08:19 WIB
    Pemilu Lokal Hong Kong Dimulai
    Demonstran pro-demokrasi meminta warga untuk berhenti berunjuk rasa sejenak untuk mengikuti pemilu lokal pada Minggu 24 November 2019. (Foto: AFP / Nicolas ASFOURI)
    Hong Kong: Pengunjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong menyerukan seluruh elemen warga untuk tidak mengganggu jalannya pemilihan umum lokal yang berlangsung hari ini, Minggu 24 November 2019.

    Mereka berharap pemilu lokal ini dapat mengirimkan sebuah pesan kuat kepada pemerintah pusat Tiongkok di Beijing, usai gelombang aksi unjuk rasa telah berlangsung selama enam bulan di Hong Kong.

    Unjuk rasa di Hong Kong awalnya dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi, namun tetap berlanjut setelah resmi dicabut. Demonstrasi kini bergeser menjadi perjuangan menegakkan demokrasi Hong Kong yang dinilai sudah semakin terkikis pengaruh Tiongkok.

    Otoritas Hong Kong telah mengancam akan menghentikan pemilu lokal hari ini jika terjadi gangguan di tempat pemungutan suara. Lebih dari 400 orang akan dipilih warga dan menduduki kursi dewan distrik Hong Kong.

    Demonstran pro-demokrasi berharap pemilu kali ini dapat meningkatkan tingkat keterwakilan mereka di kursi dewan, sehingga nantinya dapat memiliki pengaruh untuk memilih pemimpin Hong Kong.

    Dikutip dari BBC, pemungutan suara dimulai pukul 07.30 waktu setempat, dengan 4,1 juta orang memiliki hak pilih. Total populasi Hong Kong mencapai 7,4 juta jiwa.

    Lebih dari 1.000 kandidat ikut memperebutkan 452 kursi dewan distrik Hong Kong. Total 27 kursi lainnya dialokasikan untuk perwakilan di beberapa distrik wilayah pedesaan.

    Saat ini, partai-partai pro-Tiongkok memegang mayoritas kursi dewan distrik Hong Kong.

    Ini adalah pemilu pertama di Hong Kong sejak aksi protes pertama kali berlangsung pada Juni lalu. Pemilu ini akan merefleksikan seberapa besar dukungan warga terhadap pemimpin Hong Kong Carrie Lam.

    "Warga di Hong Kong mulai melihat pemilu ini sebagai cara lain dalam mengekspresikan pandangan mereka terhadap status kota secara umum dan juga pemerintahan Carrie Lam," tutur Kenneth Chan, profesor madya di Hong Kong Baptist University.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id