Misil Korut Ditembakkan dari Kapal Selam, Jepang Geram

    Arpan Rahman - 02 Oktober 2019 12:49 WIB
    Misil Korut Ditembakkan dari Kapal Selam, Jepang Geram
    PM Jepang Shinzo Abe berbicara di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, 25 September 2019. (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
    Tokyo: Korea Utara telah meluncurkan dua "misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam" hari ini, Rabu 2 Oktober 2019. Peluncuran dilakukan satu hari usai Korut dan Amerika Serikat mengumumkan rencana melanjutkan dialog isu nuklir.

    Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengklaim telah mendeteksi sebuah misil balistik yang ditembakkan pagi ini dari arah Korut.

    "Misil tersebut kami yakini sebagai salah satu Pukkuksong," kata JCS, dilansir dari laman AFP. Pukkuksong merujuk pada salah satu tipe dari misil balistik yang ditembakkan dari kapal selam (SLBM).

    "Tindakan Korut semacam itu hanya meningkatkan ketegangan dan sama sekali tidak membantu menyelesaikan isu Semenanjung Korea. Kami sekali lagi mendesak mereka untuk segera menghentikannya," tambah JCS.

    Salah satu misil disebut-sebut telah jatuh di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengonfirmasi hal tersebut, dan Perdana Menteri Shinzo Abe melayangkan kecaman keras.

    "Peluncuran misil balistik melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami memprotes dan mengecam keras peluncuran tersebut," tegas PM Abe.

    Di bawah sejumlah resolusi DK PBB, Korut dilarang meluncurkan misil balistik apapun. Pada Agustus 2016, Pyongyang telah berhasil melakukan uji coba misil Pukkuksong-1, atau dikenal dengan dengan KN-11, yang terbang sejauh 500 kilometer.

    Uji coba misil terbaru Korut hari ini dapat membuat persenjataan negara tersebut naik ke level berikutnya. 

    Bulan lalu, Korut juga telah menembakkan sejumlah proyektil ke arah laut usai menawarkan kelanjutan dialog dengan AS.
     
    Negosiasi isu nuklir antara Korut dan AS tersendat. Padahal, pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sudah tiga kali bertemu.

    Saat bertemu di Zona Demiliterisasi, Trump dan Kim sepakat memulai kembali dialog resmi mengenai isu denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun hingga kini, pertemuan belum terwujud.

    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id