• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

ASEAN Harus Perkuat Diplomasi Pertahanan untuk Kasus Rakhine

Marcheilla Ariesta - 12 Juli 2018 17:12 wib
Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh (Foto: AFP).
Pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh (Foto: AFP).

Jakarta: Indonesia telah berhasil membujuk Myanmar untuk berbagi dalam menyelesaikan masalah di negara bagian Rakhine dengan ASEAN.

Direktur Amnesty International untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Rafendi Djamin mengatakan ASEAN harus bergerak aktif dalam menyelesaikan kasus ini. Dia menambahkan, diplomasi pertahanan harus digali lagi.
 
"Dalam konteks ASEAN, saya rasa satu potensi besar yang harus digali adalah persoalan defense diplomacy dari ASEAN Defense Minister Meeting," ujar Rafendi di Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) 2018, di Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
Dia menambahkan pimpinan tentara Myanmar yang de facto adalah pemegang kekuasaan politik di Myanmar, harus dilibatkan menjadi mitra dalam pertemuan tersebut. Para pemimpin Myanmar harus berkaca pada Indonesia yang memiliki pengalaman hampir sama ketika proses kemerdekaan Timor Leste.
 
"Ketika Indonesia berada di bawah tekanan internasional dengan adanya team of enquiry yang juga kredibel hasilnya sehingga proses itu bisa diselesaikan dalam negeri bekerja sama dengan Timor Leste," ucapnya.
 
"Banyak peluang yang bisa dilakukan terutama kerja sama militer, defense diplomacy dalam penyelesaian krisis tersebut," imbuhnya.
 
Sebanyak lebih dari 700 ribu orang etnis Rohingya kabur dari Rakhine usai kerusuhan yang terjadi di wilayah itu antara kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan militer Myanmar pada Agustus 2017. Warga kabur ke negara tetangga, Bangladesh untuk mencari perlindungan.
(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.