comscore

Tiongkok Lakukan Provokasi di Udara, Taiwan Berikan Peringatan

Fajar Nugraha - 14 Oktober 2021 04:34 WIB
Tiongkok Lakukan Provokasi di Udara, Taiwan Berikan Peringatan
Ilustrasi Taiwan. AFP
Taipei: Kementerian Pertahanan Taiwan memperingatkan Tiongkok tentang tindakan balasan yang kuat jika pasukannya terlalu dekat dengan pulau itu. Sikap tersebut terkait pembelaan Tiongkok atas serangan ke zona pertahanan udara  (ADIZ) Taiwan yang dianggap sebagai langkah ‘adil’ untuk melindungi perdamaian dan stabilitas.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng menyebutkan ketegangan militer dengan Tiongkok, yang mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, adalah yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun. Dia bahkan memperkirakan Tiongkok akan mampu melakukan invasi skala penuh pada 2025.
Dia berbicara setelah Tiongkok melancarkan empat hari berturut-turut serangan angkatan udara massal ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan yang dimulai pada 1 Oktober. Ini bagian dari pola yang dilihat Taipei sebagai peningkatan pelecehan militer oleh Beijing.

Tidak ada tembakan yang dilepaskan dan pesawat Tiongkok berada jauh dari wilayah udara Taiwan. Memusatkan aktivitas mereka di sudut barat daya zona pertahanan udara Taiwan.

Dalam sebuah laporan ke parlemen, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pasukan mereka akan mematuhi prinsip 'semakin dekat mereka ke pulau itu, semakin kuat tindakan balasan', meskipun tidak memberikan rincian.

Kementerian menyatakan keprihatinan lagi tentang kekuatan militer Negeri Tirai Bambu yang berkembang. Mulai dari kepemilikan kapal induk baru, kapal selam bertenaga nuklir dan kapal serbu amfibi mulai beroperasi.

“Kemampuan Tiongkok dalam menolak akses dan memblokade Selat Taiwan menjadi semakin lengkap, yang akan menimbulkan tantangan dan ancaman serius bagi operasi pertahanan kami,” ujar pernyataan Kementerian Pertahanan Taiwan, seperti dikutip AFP, Kamis 14 Oktober 2021.

Sementara itu, Tiongkok menyalahkan Taiwan dan pendukung internasionalnya yang paling penting, Amerika Serikat, atas ketegangan yang terjadi.

“Latihan Tiongkok ditujukan untuk ‘kolusi’ dengan pasukan asing, referensi terselubung untuk dukungan AS untuk Taiwan, dan kegiatan separatis, melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” ucap Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan Pemerintah Tiongkok, Ma Xiaoguang.

"Itu benar-benar hanya tindakan," kata Ma.

Baca: Di Tengah Ketegangan dengan Tiongkok, Panglima Militer Taiwan Terbang ke AS

Ma justru menilai Democratic Progressive Party's (DPP) yang berkuasa di Taiwan, melebihkan ancaman militer dari Tiongkok. Menurutnya, itu hanya tuduhan palsu.

"Jika otoritas DPP dengan keras kepala terus melakukan hal-hal dengan cara yang salah, dan tidak tahu bagaimana mundur dari tepi, itu hanya akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang lebih berbahaya,” tegas Ma.

Taiwan mengatakan mereka adalah negara merdeka yang disebut Republik China, nama resminya, dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya.

Terlepas dari komentar Ma, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen membuat pidato yang relatif berdamai pada akhir pekan, bahkan ketika Xi berjanji membawa Taiwan di bawah kendalinya dan Tsai mengatakan mereka tidak akan dipaksa untuk tunduk pada Tiongkok.

Xi tidak menyebutkan menggunakan kekuatan atas Taiwan. Sementara itu, Tsai menegaskan kembali keinginan untuk perdamaian dan dialog dengan Tiongkok.

Tsai, berbicara dalam pertemuan rutin partai pada Rabu, menegaskan kembali pemerintah tidak pernah mengendur ketika dihadapkan dengan ancaman militer Tiongkok, tetapi juga tidak pernah maju dengan gegabah.

"Saya juga ingin mengulangi bahwa kami tidak akan pernah menyerah pada tekanan," pungkasnya.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id