Polisi Hong Kong Terkena Panah di Area Kampus

    Willy Haryono - 17 November 2019 19:31 WIB
    Polisi Hong Kong Terkena Panah di Area Kampus
    Demonstran di kampus Polytechnic University Hong Kong menggunakan katapul untuk melontarkan batu bata ke arah polisi, Minggu 17 November 2019. (Foto: AFP Photo/Anthony WALLACE)
    Hong Kong: Seorang polisi terkena tembakan panah dalam pengepungan di sebuah kampus universitas di Hong Kong, Minggu 17 November 2019. Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes di Hong Kong yang telah memasuki bulan keenam.

    Ratusan pengunjuk rasa menggunakan batu bata, bom molotov dan juga barikade untuk menahan laju polisi antihuru-hara yang mengelilingi kampus Polytechnic University di distrik Hung Hom. Universitas ini berlokasi tepat di seberang Victoria Harbor.

    Aparat keamanan Hong Kong merespons aksi pedemo dengan menembakkan gas air mata dan meriam air. Aksi saling serang ini terjadi sejak pagi hingga malam hari.

    Demonstran pro-demokrasi telah menggunakan busur dan panah terhadap polisi dalam beberapa hari terakhir. Dalam peristiwa terbaru, seorang polisi dikabarkan terkena tembakan panah di bagian kaki saat sedang menangani demonstran pada Minggu petang.

    Kepolisian Hong Kong menyebut grup yang menguasai Polytechnic University sebagai kelompok "perusuh." Istilah "perusuh" bukan perkara main-main, karena jika terbukti demikian, maka dapat berujung pada vonis penjara dalam waktu lama.

    Dikutip dari CNN, polisi yang terkena anak panah berada dalam kondisi sadar dan telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat lebih lanjut.

    Polytechnic University adalah satu dari sejumlah universitas di Hong Kong yang dijadikan demonstran sebagai lokasi perkumpulan. Namun berbeda dari kampus lainnya, Polytechnic University terletak di tengah jantung kota Hong Kong.

    Tidak hanya itu, Polytechnic University juga berlokasi hanya 50 meter dari markas Pasukan Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) cabang Hong Kong.

    Dalam pernyataan terbaru pada Minggu malam, Serikat Guru Profesional Hong Kong dan juga Asosiasi Staf Universitas mengaku "sangat khawatir" mengenai keselamatan para mahasiswa dan pejalan kaki.

    "Kami meminta dua kubu bertikai untuk menahan diri dan tidak menggunakan alat mematikan. Kericuhan saat ini disebabkan serangkaian kesalahan pemerintah yang harus segera diselesaikan secara bertanggung jawab," ungkap pernyataan dua kelompok tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id