Malaysia Sebut Insiden Suporter RI Bukan di Stadion Bukit Jalil

    Willy Haryono - 23 November 2019 09:30 WIB
    Malaysia Sebut Insiden Suporter RI Bukan di Stadion Bukit Jalil
    Suporter timnas Malaysia. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
    Kuala Lumpur: Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menerima informasi mengenai peredaran video berdurasi 48 detik di media sosial yang memperlihatkan beberapa individu diduga warga Indonesia yang dilukai sejumlah orang diduga warga Malaysia.

    Insiden tersebut diyakini terkait pertandingan sepak bola kualifikasi Piala Dunia 2022/Piala Asia 2023 antara Malaysia dan Indonesia yang berlangsung baru-baru ini di Stadion Nasional Bukit Jalil. Sejauh ini, PDRM telah menerima satu laporan polisi yang meminta agar keaslian video tersebut diinvestigasi.

    Saat ini investigasi terkait dugaan penyerangan telah dilakukan.

    "Berdasarkan penyelidikan awal, PDRM meyakini insiden tersebut tidak terjadi di sekitar Stadion Bukit Jalil. Penyebaran video diyakini dibuat dengan niat mencoreng reputasi Malaysia serta merusak hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia," ungkap PDRM dalam keterangan tertulisnya, Jumat 22 November 2019 malam.

    Penyebaran video dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan warga Malaysia di Indonesia. PDRM bersama Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia terus menyelidiki video tersebut.

    Untuk memastikan investigasi dapat dilakukan secara menyeluruh, PDRM meminta korban di dalam video untuk melapor ke polisi. Saksi atau individu yang mempunyai informasi terkait video tersebut juga diimbau melapor ke polisi untuk membantu penyelidikan.

    Masyarakat diminta tidak menyebarkan video tersebut, karena dikhawatirkan dapat memicu kemarahan warga Malaysia dan juga Indonesia. Hubungan baik kedua negara tidak seharusnya dirusak oleh penyebaran video tak bertanggung jawab tersebut.

    Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI mengeluarkan dua permintaan kepada Malaysia terkait insiden ini.

    Permintaan pertama adalah mengimbau pemerintah Malaysia melakukan proses hukum secara prosedural, obyektif dan transparan. Sementara yang kedua adalah meminta maaf secepatnya kepada pemerintah Republik Indonesia.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id