Kabut Asap Berlanjut, Warga Sydney Rencanakan Demo

    Willy Haryono - 11 Desember 2019 12:27 WIB
    Kabut Asap Berlanjut, Warga Sydney Rencanakan Demo
    Seorang pesepeda memotret kondisi kabut asap tebal di Sydney, Australia, 10 Desember 2019. (Foto: AFP/SAEED KHAN)
    Sydney: Ribuan orang berencana melakukan aksi protes di Sydney, Rabu 11 Desember 2019, dalam rangka mendorong Pemerintah Australia untuk mengambil tindakan tegas terkait ancaman perubahan iklim. Rencana unjuk rasa muncul di tengah kabut asap yang menyelimuti kota Sydney sejak beberapa hari terakhir.

    Alarm asap berbunyi di seantero Sydney pada Selasa kemarin, yang dipicu tebalnya kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah pesisir timur. Alarm memaksa banyak orang dievakuasi dari gedung perkantoran, dan juga membuat siswa sekolah diminta tetap berada di dalam ruangan.

    Menurut salah satu panitia acara, Chloe Rafferty, sedikitnya 5.000 orang berencana ikut serta dalam aksi protes di Sydney. Ia dan ribuan warga Sydney mengaku kesal kepada Pemerintah Australia yang dinilai kurang serius dalam menangani masalah kebakaran hutan dan kabut asap.

    "Saya rasa masyarakat luas juga tahu, kami tidak mengharapkan adanya krisis iklim di masa mendatang. Tapi krisis iklim ternyata terjadi saat ini," ujar Rafferty kepada kantor berita AFP.

    "Masyarakat (Sydney) merasakannya dalam kegiatan sehari-hari mereka," sambung dia.

    Kualitas udara di Sydney relatif buruk dalam beberapa pekan terakhir, yang merupakan dampak dari sekitar 100 kebakaran yang berkobar di seantero New South Wales (NSW).
     
    Titik api terdekat berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Greater Sydney, kota dengan total populasi lima juta orang. Beberapa hari sebelum kemunculan kabut asap, warga Sydney melaporkan adanya abu yang berjatuhan dari langit.

    Menurut keterangan sejumlah rumah sakit di Sydney, kunjungan pasien rata-rata meningkat 25 persen dari biasa di tengah kondisi kabut asap. Sebagian besar dari tambahan pasien itu mengeluhkan masalah pernapasan.

    "Bagi sebagian besar orang, asap memicu gejala ringan seperti mata merah dan sakit tenggorokan," kata seorang petugas medis, Richard Broome.

    "Namun bagi orang yang mengidap penyakit tertentu seperti asma, kabut asap dapat membahayakan kesehatan mereka," lanjut dia.

    Enam orang tewas dan lebih dari 700 rumah hancur akibat kebakaran hutan yang melanda Australia sejak September lalu. Lebih dari dua juta hektare lahan di NSW dilaporkan telah hangus dilalap api.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id