Deretan Peristiwa Penting Sepanjang Demonstrasi Hong Kong

    Willy Haryono - 12 November 2019 12:57 WIB
    Deretan Peristiwa Penting Sepanjang Demonstrasi Hong Kong
    Ratusan hingga ribuan orang ikut serta dalam aksi unjuk rasa di Hong Kong, 12 November 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
    Hong Kong: Gelombang aksi protes di Hong Kong telah memasuki pekan ke-25. Aksi protes ini awalnya dipicu Rancangan Undang-Undang Ekstradisi, namun terus berlangsung hingga saat ini meski pemerintah telah mencabutnya.

    Dirangkum dari berbagai sumber media, Selasa 12 November 2019, berikut peristiwa-peristiwa penting dari penyebab awal aksi protes hingga saat ini:

    Februari

    Februari 2019: Biro Keamanan Hong Kong mengajukan amandemen terhadap Undang-Undang Ekstradisi yang memungkinkan terjadinya ekstradisi seseorang dari Hong Kong ke beberapa negara, termasuk Tiongkok.

    Maret

    31 Maret: Ribuan orang turun ke jalan untuk memprotes Rancangan Undang-Undang Ekstradisi tersebut.

    April

    3 April: Pemimpin Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan amandemen RUU Ekstradisi, yang dapat membuat seorang tersangka kasus kriminal dikirim ke Tiongkok untuk diadili di sana.

    28 April: Puluhan ribu orang berunjuk rasa di depan gedung Dewan Legislatif, meminta agar RUU Ekstradisi segera dicabut.

    Mei

    11 Mei: Bentrokan terjadi antara anggota parlemen dan demonstran pro-demokrasi di gedung Dewan Legislatif.

    30 Mei: Konsesi terhadap RUU Ekstradisi dikenalkan pemerintah Hong Kong, namun sejumlah kritikus menilai langkah tersebut tidaklah cukup.

    Deretan Peristiwa Penting Sepanjang Demonstrasi Hong Kong
    Carrie Lam. (Foto: AFP)

    Juni

    6 Juni: Lebih dari 3.000 pengacara Hong Kong mengenakan pakaian hitam dan ikut berunjuk rasa di jalanan.

    9 Juni: Lebih dari setengah juta warga Hong Kong berpartisipasi dalam aksi menentang RUU Ekstradisi.

    12 Juni: Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata dalam aksi protes terbesar yang pernah terjadi di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Kantor pemerintahan ditutup.

    15 Juni: Lam menunda pengesahan RUU Ekstradisi hingga jangka waktu yang tidak ditentukan.

    Juli

    1 Juli: Demonstran menyerbut gedung Dewan Legislatif, di tengah peringatan 22 tahun penyerahan Hong Kong oleh Inggris kepada Tiongkok. Pedemo merusak sejumlah fasilitas di gedung tersebut.

    9 Juli: Lam mengatakan RUU Ekstradisi sudah mati.

    21 Juli: Sekelompok pria berbaju putih, beberapa membawa tongkat, menyerbu sebuah kereta di stasiun Yuen Long. Mereka menyerang sejumlah penumpang dan warga yang kebetulan melintas. Peristiwa itu terjadi usai ribuan aktivis mengepung kantor perwakilan Tiongkok di Hong Kong.

    30 Juli: Sebanyak 44 aktivis pro-demokrasi didakwa atas berbuat kerusuhan. Ini kali pertamanya Hong Kong menggunakan pasal tersebut dalam menghadapi unjuk rasa.

    Agustus

    9 Agustus: Regulator penerbangan Tiongkok meminta maskapai Hong Kong, Cathay Pacific, memberhentikan sementara karyawannya yang ikut berunjuk rasa. Cathay Pacific memberhentikan seorang pilot, dan 43 staf satu hari setelahnya.

    14 Agustus: Polisi dan demonstran bentrok di Bandara Internasional Hong Kong. Jadwal penerbangan terganggu.

    Deretan Peristiwa Penting Sepanjang Demonstrasi Hong Kong
    Demonstran berkumpul di halte bus Bandara Internasional Hong Kong. (Foto: AFP)

    September

    2 September: Lam mengaku telah menyebabkan "kekacauan yang tak termaafkan," dan ingin berhenti jika pilihan tersebut memungkinkan. Keterangan itu berasal dari rekaman suara Lam saat bertemu sejumlah pebisnis.

    3 September: Lam mengaku tidak pernah meminta Tiongkok untuk membiarkannya mengundurkan diri.

    4 September: Lam mengumumkan rencana penarikan resmi RUU Ekstradisi. Para kritikus menilai langkah tersebut tidak berdampak apa-apa, dan juga sudah terlampau telat.

    17 September: Lam berjanji akan berdialog dengan masyarakat untuk menurunkan ketegangan.

    26 September: Demonstran 'menahan' Lam di dalam sebuah stadion selama berjam-jam usai "dialog terbuka" pertamanya.

    Oktober

    1 Oktober: Unjuk rasa berskala besar digelar di Hong Kong, saat Partai Komunis Tiongkok merayakan ulang tahun ke-70. Polisi Hong Kong menembak seorang demonstran berusia 18 tahun di bagian bahu.

    4 Oktober: Lam menerapkan larangan mengenakan masker bagi para pedemo. Larangan memicu protes keras. Polisi Hong Kong menembak bocah berusia 14 tahun di bagian paha.

    16 Oktober: Lam batal berpidato usai dicemooh sejumlah pejabat. Aktivis hak asasi manusia Jimmy Sham dipukuli empat pria yang membawa palu dan pisau.

    23 Oktober: RUU Ekstradisi resmi dicabut

    29 Oktober: Otoritas Hong Kong mendiskualifikasi aktivis ternama Joshua Wong dari daftar kandidat pemilihan umum lokal.

    31 Oktober: Data awal memperlihatkan bahwa Hong Kong mengalami resesi di kuartal ketiga untuk kali pertama dalam satu dekade terakhir.

    November

    2 November: Pengunjuk rasa merusak kantor berita Tiongkok, Xinhua. Mereka merusak pintu, melemparkan cat dan juga membakar kantor Xinhua.

    3 November: Seorang pria berpisau menggigit kuping seorang politikus Hong Kong. Ia juga menyayat beberapa orang usai aksi protes di sebuah pusat perbelanjaan berujung bentrok.

    4 November: Mahasiswa bernama Chow Tsz-lok jatuh dari lantai tiga ke lantai dua di sebuah area parkir. Insiden terjadi saat polisi membubarkan kerumunan demonstran.

    6 November: Seorang pria berpisau menyerang Junius Ho, seorang politikus pro-Tiongkok.

    8 November: Chow meninggal, menjadi korban tewas pertama sepanjang aksi protes di Hong Kong yang telah berlangsung selama enam bulan.

    11 November: Polisi menembakkan peluru tajam ke arah demonstran di Hong Kong. Satu orang terluka dalam penembakan tersebut. Seorang warga terluka parah usai dibakar seorang demonstran.

    Deretan Peristiwa Penting Sepanjang Demonstrasi Hong Kong
    Pedemo Hong Kong membakar beberapa benda saat bentrok dengan polisi. (Foto: AFP)



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id