Halalbihalal Virtual Ala KBRI Singapura

    Marcheilla Ariesta - 14 Mei 2021 02:49 WIB
    Halalbihalal Virtual Ala KBRI Singapura
    Ilustrasi silaturahmi. Medcom.id



    Singapura: Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah mesti dirayakan di tengah pandemi covid-19. Namun, hal itu tak menghalangi silaturahmi KBRI Singapura dengan masyarakat Indonesia di negara itu.

    Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo, menggelar halalbihalal virtual, Kamis, 13 Mei 2021. Kegiatan dihadiri masyarakat Indonesia di Singapura dan diisi dengan tausiah dari Ustaz Aa Hadi.

     



    "Kita memang harus tetap berjarak dalam Idulfitri kali ini karena covid-19 terus bermutasi dan mutasinya lebih berbahaya. Pemerintah melarang perjalanan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei bukan untuk melarang warga bersilaturahmi, tapi untuk mengutamakan kehidupan masyarakat agar tidak sampai tertular mutasi covid-19 yang semakin banyak meminta korban," kata pria yang kerap disapa Tommy tersebut, Kamis, 13 Mei 2021.

    Tommy mengatakan berpuasa sebulan penuh telah mengajarkan ketaatan dan menjaga kedisiplinan. Dia berharap ajaran dari berpuasa dapat dipertahankan, termasuk dalam menjaga disiplin protokol kesehatan.

    (Baca: WNI di Toronto Diimbau Tidak Mudik ke Indonesia saat Idulfitri)

    "Alhamdulillah di tengah pandemi dengan kekuatan teknologi kita dapat tetap saling menyapa, melihat, bersilaturahmi dan memaafkan," tutur dia.

    Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustaz Aa Hadi, menekankan sebagai umat muslim, WNI harus bertakwa. Serta memiliki kerendahan hati dan saling memaafkan.

    "Saat ini yang paling kita butuhkan selain iman adalah kesehatan. Untuk menjaga kesehatan, hati kita harus bebas dari rasa benci, marah, dan dendam. Karena kalau tidak, imun kita turun sehingga mudah tertular covid-19," ucapnya.

    Setelah mendengarkan ceramah, Dubes Tommy mendengar cerita dari pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka sangat merindukan Tanah Air.

    Dubes Tommy memberikan apresiasi pada WNI yang mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik. Acara virtual ini disaksikan lebih dari 4.500 orang. Meski terpisah jarak, tradisi memaafkan saat lebaran tetap melekat di masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id