KBRI Seoul Buka Posko Aju Dekat Daegu

    Medcom - 28 Februari 2020 00:30 WIB
    KBRI Seoul Buka Posko Aju Dekat Daegu
    Tim Posko Aju KBRI Seoul. Dokumentasi KBRI Seoul.
    Seoul: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Korea Selatan, membentuk Posko Aju yang berlokasi 53 kilometer, atau sekitar 45 menit dari pusat kota Daegu. Posko dibentuk agar lebih dekat dengan warga negara Indonesia (WNI) di kota yang menjadi pusat wabah virus korona (Covid-19) di Korea Selatan.

    "Lokasi Posko dipilih berdasarkan diskusi intensif dengan otoritas terkait di Korea Selatan maupun pemerintah pusat. Posko Aju akan menjadi pusat bantuan bagi WNI yang berdomisili di Daegu dan Gyeongsangbuk-do," demikian pernyataan KBRI melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 Februari 2020.

    Pembentukan Posko Aju merupakan bagian dari perluasan upaya perlindungan WNI di Korsel, termasuk Daegu. Khususnya, setelah pemerintah Korea Selatan meningkatkan status kewaspadaan menjadi 'red alert', serta ditetapkannya wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai 'special care zones' karena lonjakan jumlah warga yang terpapar Covid-19. Wabah Covid-19 yang belum mereda memang menimbulkan kehawatiran.

    KBRI Seoul Buka Posko Aju Dekat Daegu
    Peta jarak KBRI Seoul dengan epicentrum di Daegu. Dokumentasi KBRI Seoul.

    KBRI terus menyebarkan berbagai informasi mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus Covid-19. Selain melalui media sosial, jaringan komunikasi langsung dengan masyarakat diperluas melalui whatsapp center KBRI Seoul. Masyarakat Indonesia juga secara berkala akan mendapatkan pembaruan informasi dari KBRI Seoul via whatsapp. 

    Secara khusus, KBRI juga langsung menghubungi sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan. Melalui kerja sama dengan berbagai instansi, KBRI membagikan sedikitnya 14.000 masker kesehatan gratis ke berbagai daerah yang terkena dampak paling parah.

    Baca: Satu WNI Dikonfirmasi Terjangkit Virus Korona di Taiwan

    Koordinasi dengan simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, paguyuban kedaerahan, mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan juga Jamaat Gereja Indonesia sangat memudahkan dalam pemetaan kebutuhan WNI. 

    Hingga saat ini, permintaan terbanyak adalah penyediaan masker kesehatan. KBRI memastikan masyarakat masih bisa membeli makanan dan masker di Korea Selatan. Namun, khusus untuk masker, ada pembatasan pembelian bagi setiap orang.

    Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi mengatakan semangat gotong royong masyarakat Indonesia sangat terasa di tengah wabah yang belum mereda. Situasi ini amat membantu kerja KBRI.

    "Terbukti saat rekan-rekan di Daegu kehabisan masker, rekan-rekan di Ansan berinisiatif untuk memberikan bantuan," kata Umar.

    Hingga 27 Februari 2020, Korea Selatan melaporkan ada 1.595 kasus terpapar Covid-19. KBRI Seoul akan terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah yang diperlukan sembari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada.

    Tim Posko Aju terdiri atas lima orang perwakilan KBRI yang dipimpin oleh Atase Pertahanan, Imam Subekti. Anggota tim ini yaitu Riza Wira Atmaja, Puji Basuki, Heru Wibowo, dan Choirul Anam. Tim bertugas untuk koordinasi dengan aparat dan otoritas setempat, serta kelompok-kelompok warga Indonesia di Daegu. WNI bisa menghubungi hotline Posko Aju KBRI Seoul di nomor +82-10-3601-9980



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id