Najib Terkejut Rekening Pribadinya Sudah Dibekukan

Fajar Nugraha - 11 Juli 2018 17:10 wib
Mantan PM Malaysia Najib Razak mengeluhkan rekeningnya
Mantan PM Malaysia Najib Razak mengeluhkan rekeningnya dibekukkan (Foto: AFP).

Petaling Jaya: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, rekening bank pribadinya dibekukan minggu lalu.
 
Pernyataannya menambah babak baru dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Najib. Khusus mengenai kasus 1Malaysia Developmen Berhad (1MDB).
 
Najib mengatakan dia hanya menyadari akunnya dibekukan ketika cek pribadinya yang dikeluarkan untuk pembayaran perawatan medis putrinya ditolak.
 
"Rekening bank ini tidak memiliki transaksi lain, karena hanya digunakan untuk menerima gaji saya sebagai anggota Parlemen dan pensiun saya sebagai Menteri Besar Pahang," katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook yang dikutip The Star, Rabu 11 Juli 2018.
 
"Akun ini tidak ada hubungannya dengan politik. Itu tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang," tambahnya.
 
Namun rekening bank pribadinya, yang ia pertahankan selama bertahun-tahun, tetap dibekukan. Tanpa menyebut skandal 1MDB, ia mengatakan bahwa ia telah memenuhi penyelidikan pihak berwenang tetapi masih menjadi korban 'politik yang kotor' dan 'tindakan kejam oleh Pemerintah'.
 
Tokoh berusia 65 tahun itu mengeluhkan waktu pembekuan dari rekeningnya. "Beberapa berspekulasi mengenai perintah pembekuan. Ini mungkin untuk menghindari atau menggagalkan perintah pengadilan bagi saya untuk menaikkan jaminan. Jika diambil secara keseluruhan, tampaknya menyinggung mala fide (dengan maksud untuk menipu)," katanya.
 
"Mengapa kebebasan pribadi dielakkan ketika pengadilan sudah mengabulkan untuk menunda persidangan dan fakta bahwa saya telah memenuhi persyaratan jaminan?" dia bertanya.
 
"Pihak berwenang perlu menyadari bahwa saya sebagai warga biasa juga. Sebagai kepala rumah tangga, saya juga memiliki tagihan untuk membayar, tagihan medis untuk dirawat dan rumah tangga untuk dipenuhi," tegas Najib.
 
Dia mendesak pihak berwenang yang relevan untuk memberinya akses kebebasan pribadinya sampai persidangannya selesai.
 
"Saya memohon kepada semua pihak untuk tetap berpegang pada aturan penyelidikan yang adil dan tidak memihak," tutur Najib.
 
Najib telah didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran kriminal kepercayaan dan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan SRC International Sdn Bhd yang anak perusahaan 1MDB. Najib dituduh menerima dana sebesar 42 juta ringgit Malaysia atau Rp149 miliar.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.