comscore

ASEAN-Australia Luncurkan Inisiatif AntiPerdagangan Manusia

Fajar Nugraha - 02 Agustus 2019 10:33 WIB
ASEAN-Australia Luncurkan Inisiatif AntiPerdagangan Manusia
Pertemuan tingkat menteri ASEAN dan Australia di Bangkok, Thailand. Foto: Dok.Kemenlu RI.
Bangkok: Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Australia berakhir dengan peluncuran inisiatif melawan perdagangan manusia. Selain ditingkatkan juga kerja sama mengenai peran perempuan dan keamanan.

“Inisiatif ini dibangun karena kerja sama yang bagus selama 15 tahun ke belakang dan inisiatif ini akan digunakan untuk memperkuat kerja sama criminal justice untuk merespons trafficking in person untuk masa 10 tahun yaitu dari 2018-2028,” ungkap Menlu Retno Marsudi, di Bangkok, Jumat, 1 Agustus 2019.
“Kesepakatan ini akan melibatkan dalam 10 tahun ini akan ada 13 ribu justice officers yang akan mendapatkan capacity building (pembangunan kapasitas) dan melibatkan biaya 80 juta dolar Australia,” imbuh Menlu.

Sementara dalam pertemuan ASEAN Australia itu Menlu Retno menyampaikan dua isu. Pertama tentunya terkait dengan Indo Pasifik. Indo Pasifik tidak hanya Indonesia yang menyampaikan, beberapa negara ASEAN dan Australia juga memiliki konsepnya.

“Intinya adalah antara ASEAN dan Australia kita memiliki komitmen yang sama untuk memajukan kerja sama di dalam konteks Indo Pasifik,” tutur Menlu.

Isu lain yang disampaikan dalam pertemuan dengan Australia adalah isu yang terkait dengan woman, peace, and security (perempuan, perdamaian dan keamanan). Dialog ini disarankan oleh Indonesia untuk diterjemahkan dalam kerja sama yang sifatnya konkret.

Menlu menambahkan, politik luar negeri Indonesia memberikan perhatian yang cukup besar terhadap isu woman, peace and security. Pada Maret yang lalu untuk pertama kalinya juga Indonesia jadi tuan rumah pelatihan kawasan, seperti diplomat muda perempuan yang disiapkan untuk menjadi negosiator dan mediator.

“Jadi kalo kita bicara politik luar negeri Indonesia dan perempuan, maka paling tidak ada tiga cabang. Pertama adalah untuk membangun networking para mediator dan negotiator perempuan. Kedua adalah memberdayakan penjaga perdamaian perempuan,” ungkap Menlu.

Menurut Menlu kalau bisa memberdayakan perempuan Indonesia maka akan lebih mudah untuk  menciptakan perdamaian dan toleransi. Semua nilai bagi anak-anak itu disuntik oleh ibu di rumah. Oleh karena itu perempuan-perempuan Indonesia harus diberdayakan sehingga dapat menjadi agen perdamaian dan toleransi.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id