comscore

Terisolasi, Warga Kashmir Masih Cemaskan Jam Malam

Arpan Rahman - 11 Agustus 2019 18:20 WIB
Terisolasi, Warga Kashmir Masih Cemaskan Jam Malam
MIliter India melakukan penjagaan ketat di sekitar wilayah Jammu dan Kashmir. Foto: AFP.
Kashmir: Penduduk di Kashmir di bawah pemerintahan India menjelang perayaan Iduladha di tengah  jam malam. Kekurangan makanan di daerah perkotaan yang terisolir dapat diatasi, pada Sabtu, warga dilaporkan sibuk membeli makanan setelah pembatasan dilonggarkan.

Namun, telepon rumah, ponsel, dan internet tetap diblokir, sehingga mencegah mereka menelepon kerabat atau teman.
Baca juga: Protes Kashmir, Kantor Konsulat India Diserbu Pedemo.

Pelonggaran jam malam menyusul protes besar pada Jumat yang dilaporkan setidaknya 10.000 orang turun ke jalan-jalan Srinagar untuk berdemonstrasi menentang pencabutan hak-hak khusus Delhi buat satu-satunya negara bagian mayoritas Muslim di India. Polisi dilaporkan merespons dengan gas air mata dan peluru karet demi membubarkan protes. Aksi itu yang terbesar terjadi sejak negara bagian itu mengalami pemutusan komunikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, pekan lalu.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri India menyebut laporan itu "sepenuhnya dibuat-buat dan tidak benar", sambil menambahkan: "Ada beberapa protes yang menyimpang di Srinagar atau Baramulla dan tidak ada yang melibatkan lebih dari 20 orang."

BBC merilis sebuah video memperlihatkan orang banyak berbaris di jalan-jalan Srinagar, mengusung tanda-tanda bertuliskan "Kami menginginkan kebebasan kami" dan meneriakkan "Kembalilah, pergilah, India, pergi". Rekaman itu menunjukkan orang-orang berhamburan dan berlari mencari perlindungan ketika polisi menembakkan gas air mata.

Pemadaman komunikasi telah menghasilkan sedikit informasi konkret tentang apa yang terjadi di Kashmir.

Terungkap ketakutan tentang kekurangan makanan di negara bagian itu. Syed Asim Ali, yang kembali ke Delhi dari Srinagar pada Kamis, berkata keluarganya kekurangan makanan dan sudah mengasup sayuran kering yang disimpan sebagai persediaan darurat. 

"Akan ada kekurangan makanan yang mengerikan dalam beberapa hari," katanya. "Kami berhasil membeli persediaan susu (dari penjaga toko yang telah menutup pintu mereka), tetapi mereka mengatakan semua pasokan dari Jammu telah diblokir," sambungnya, disitat dari Guardian, Minggu, 11 Agustus 2019.

Baseer Khan, pejabat administrasi senior di Lembah Kashmir, mencetuskan barang-barang penting seperti makanan, kacang-kacangan, dan daging akan dikirim ke berbagai bagian wilayah itu pada Minggu.

Muncul pula kekhawatiran tentang akses ke layanan kesehatan. Seorang dokter di unit gawat darurat rumah sakit di Srinagar mengaku jumlah pasien telah berkurang secara drastis pekan lalu. "Rata-rata setiap hari kami melihat lebih dari 1.000 pasien, tetapi sekarang kurang dari 100 berhasil mencapai ke sini," kata dokter itu kepada AFP.

Layanan ambulans tidak berfungsi dan orang-orang yang mencoba mengemudi ke rumah sakit dilaporkan ditolak di pos-pos pemeriksaan. Ali pergi ke apotek untuk mengambil obat untuk anaknya, katanya, tetapi persediaannya sangat minim.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan penghapusan status khusus Kashmir akan membawa kemakmuran dan membebaskan keadaan terorisme. Tetapi keputusannya ditentang secara luas di Kashmir, di tempat itu bahkan politisi terkemuka India telah ditahan.

Baca juga: PM India Sebut Kashmir Masuki Era Baru.

Langkah itu menghapus Kashmir dari otonomi yang diberikan sebagai imbalan untuk bergabung dengan India setelah kemerdekaan pada 1947. Tindakan itu akan berarti Kashmir kehilangan konstitusi dan benderanya. Aturan yang mencegah orang luar membeli tanah juga dibatalkan, memicu kekhawatiran bahwa demografi dan cara hidup wilayah itu akan berubah.

Pengumuman Delhi juga telah meningkatkan ketegangan dengan Pakistan dan telah dikutuk oleh Tiongkok dan Iran. 

Di Pakistan, banyak yang menuntut tanggapan keras dari Perdana Menteri Imran Khan. Ribuan pendukung Jamaat-e-Islami, sebuah partai Islam, berbaris melintasi Islamabad pada Jumat mengutuk tindakan Delhi. Di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, pengunjung juga menyerukan aksi.

"Khan harus membuat kebijakan yang efektif untuk menunjukkan kepada dunia apa yang sedang dilakukan India," kata Anam Rana, seorang mahasiswa di universitas Quaid-e-Azam.

Khan menyimpulkan Delhi melakukan pembersihan etnis. Dia sudah mengusir komisaris tinggi India dan menghentikan perdagangan, sementara panglima militer Pakistan mengatakan pasukan akan mengambil tindakan apa pun demi "mendukung" rakyat Kashmir.

Khan juga telah bersumpah untuk menghadap PBB dan melobi para kepala negara, meskipun tanggapannya sejauh ini telah terbungkam. 

Di Kashmir, ratusan pekerja migran telah melarikan diri, takut akan kerusuhan. Sementara ribuan penduduk desa yang tinggal di sepanjang ‘garis kendali’ militer yang membelah Kashmir antara India dan Pakistan juga sudah meninggalkan rumah mereka.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id