Penghargaan untuk Benny Wenda Ganggu Ketertiban Papua

    Marcheilla Ariesta - 18 Juli 2019 17:17 WIB
    Penghargaan untuk Benny Wenda Ganggu Ketertiban Papua
    Pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
    Jakarta: Pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Benny Wenda oleh Dewan Kota Oxford sangat tidak mendasar. Dia menyebutkan Dewan Kota Oxford tidak paham sepak terjang Benny Wenda.

    Baca juga: Indonesia Kecam Penghargaan Oxford untuk Benny Wenda.

    "Kita garis bawahi apa yang dilakukan Dewan Kota Oxford sangat mengganggu ketertiban publik di Papua. Terlebih award tersebut dikaitkan dengan freedom dan perdamaian," kata Faizasyah dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Dia mengatakan Benny Wenda sudah meninggalkan Indonesia sejak akhir tahun 90-an. Karenanya, Benny Wenda sudah sangat terputus dengan realitas yang ada di Papua.

    "Dia tidak tahu kondisi real di Papua sungguh berbeda, sudah berubah," imbuh Faizasyah.

    Baca juga: Kemenlu: Dewan Kota Oxford Tak Paham Perilaku Benny Wenda.

    Faizasyah mengatakan rencana pemberian penghargaan kepada Benny Wenda sudah ada sejak tahun lalu. Indonesia menyampaikan keberatan atas rencana Dewan Kota Oxford tersebut.

    "Kita menyampaikan keberatan bahwa mereka tidak memiliki pemahaman yang utuh atas apa yang telah dilakukan pemerintah dan tidak juga memahami, memiliki pemahaman yang utuh atas sepak terjang Benny Wenda," tutur Faiza.

    Berawal dari ini, Indonesia juga menyampaikan keberatan kepada Pemerintah Inggris, dalam konteks bilateral. Karena ini, pernyataan Pemerintah Inggris sangat jelas, bahwa mereka tidak berubah, yakni tetap mengakui kedaulatan NKRI.

    "Jadi yang ingin kita tekankan ke publik harus dibedakan. Apa yang disampaikan pemerintah pusat dan apa yang dilakukan pemerintah daerah," terangnya.

    Baca juga: Inggris Tegaskan Papua Bagian dari NKRI.

    Pemerintah Kota Oxford memberikan penghargaan Oxford Freedom of the City Award kepada Benny Wenda. Dia dianggap menyerukan perdamaian dalam demokrasi.

    Benny Wenda merupakan tokoh penyeru Papua Merdeka. Dia mengatakan pemerintah dan militer Indonesia menggunakan kekerasan dan mengancam masyarakat sipil di Papua untuk mengakui Indonesia di sana. Wenda kerap bersuara di luar, tetapi tidak pernah melihat perkembangan yang tengah dilakukan di Papua saat ini.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id