• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 OKT 2018 - RP 47.877.961.729

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jepang Serius Buka Lowongan untuk Tenaga Kerja Asing

Marcheilla Ariesta - 12 Oktober 2018 12:00 wib
Pekerja Jepang di bidang agrikultur. (Foto: AFP).
Pekerja Jepang di bidang agrikultur. (Foto: AFP).

Tokyo: Jepang serius mengumumkan rencana untuk menarik lebih banyak pekerja asing untuk stabilitas ekonomi di negara tersebut. Pasalnya, Negeri Sakura kekurangan tenaga kerja di usia produktif akibat populasi yang menua dan menyusut.

Beberapa bidang yang dibutuhkan ada di sektor-sektor seperti pertanian, keperawatan, konstruksi, hotel dan pembuatan kapal. Dalam rancangan undang-undang yang baru, warga negara asing dengan keterampilan yang dibutuhkan akan diberikan visa hingga lima tahun.

Pekerja asing di bidang tersebut yang memiliki kualifikasi lebih kuat dan lulus tes bahasa Jepang bahkan diizinkan membawa anggota keluarga. Mereka juga nantinya dapat memperoleh status kependudukan permanen.

Baca: Menlu Jepang: Kami Buka Lowongan untuk Pekerja Asing

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga mengatakan bahwa RUU akan diserahkan ke Parlemen. "Akan kita serahkan ke Parlemen dalam waktu sedini mungkin," katanya, dilansir dari laman AFP, Jumat 12 Oktober 2018.

Meski demikian, Jepang tetap berhati-hati dalam menerima pekerja tidak terampil dari luar negeri. Saat ini mereka membatasi status perumahan bagi para profesional yang sangat terampil. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah orang Amerika Selatan keturunan Jepang.

Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe menekankan reformasi tidak dimaksudkan sebagai perombakan besar-besaran kebijakan imigrasi Jepang. Mereka juga tidak mengharapkan imigrasi massal.

Pemerintah belum menetapkan target untuk pekerja asing di bawah RUU ini. Meski demikian, media lokal menempatkannya pada angka lebih dari 500 ribu orang hingga 2025.

Sebelumnya, pada September lalu, tepatnya saat menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Vietnam, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono menyampaikan hal serupa. "Kami tidak dapat mempertahankan masyarakat kami seperti itu. Jadi Jepang akan terbuka untuk mencari pasar tenaga kerja dari negara-negara asing."

"Ini bagus untuk memiliki keragaman, dan ada baiknya kita memiliki kebijakan terbuka," pungkas Kono.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.