Pemimpin Hong Kong Akui Hasil Pemilu

    Willy Haryono - 26 November 2019 11:48 WIB
    Pemimpin Hong Kong Akui Hasil Pemilu
    Pemimpin Hong Kong Carrie Lam memberikan keterangan pers mengenai situasi terkini, Selasa 26 November 2019. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
    Hong Kong: Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengakui hasil akhir pemilihan umum pada Minggu 24 November yang didominasi kemenangan kelompok pro-demokrasi. Kemenangan pro-demokrasi bahkan disebut-sebut mencapai hampir 90 persen dari total kursi di dewan distrik Hong Kong.

    "Pemilihan dewan distrik pada Minggu kemarin memperlihatkan kekhawatiran mengenai defisiensi dalam pemerintahan, termasuk ketidakpuasan warga terhadap waktu yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas dan mengakhiri kekerasan," ujar Lam dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari AFP, Selasa 26 November 2019.

    Lam berjanji bahwa ia dan pemerintahannya akan "serius merefleksikan" hasil pemilu ini. Menurut laporan South China Morning Post, kandidat pro-demokrasi meraup 347 dari total 452 kursi di 18 dewan distrik Hong Kong.

    Sementara kubu pro-Beijing mendapat 60 kursi dan independen 45 -- banyak dari mereka condong ke kelompok pro-demokrasi.

    Dalam pemilu terakhir empat tahun lalu, kandidat anggota dewan pro-Beijing meraih 298 kursi.

    Hasil pemilu ini merupakan pukulan telak bagi Lam dan juga Tiongkok. Selama ini Lam menolak adanya reformasi politik dan berkukuh bahwa "mayoritas senyap" atau "silent majority" mendukung dirinya.

    Kemenangan besar dalam pemilu membangkitkan kembali semangat kelompok pro-demokrasi untuk menyerukan adanya pemilihan langsung kepala pemerintahan dan dewn legislatif Hong Kong. Selama ini, pemimpin Hong Kong dipilih langsung oleh Tiongkok.

    Namun Lam menolak wacana tersebut, dan kembali menekankan janji sebelumnya, yakni menggelar dialog terbuka dengan semua pihak di Hong Kong.

    "Apa yang kita butuhkan saat ini adalah dialog komunitas (secara terbuka). Kita perlu mengundang sejumlah pemimpin sosial untuk menganalisis masalah-masalah Hong Kong, dan berdialog untuk mencari solusinya," ungkap Lam.

    Pemilu dewan distrik adalah satu-satunya yang sepenuhnya demokratis di Hong Kong. Pemungutan suara berlangsung dengan damai, dengan antrean panjang untuk memilih dan hampir tidak ada orang yang memakai topeng yang selama ini diasosiasikan dengan pengunjuk rasa.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id