Tuduhan Najib Otak Pembunuhan Dinilai Tak Masuk Akal

    Marcheilla Ariesta - 17 Desember 2019 17:55 WIB
    Tuduhan Najib Otak Pembunuhan Dinilai Tak Masuk Akal
    Eks PM Malaysia Najib Razak. (Foto: AFP).
    Kuala Lumpur: Pengacara mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Muhammad Shafee Abdullah mengatakan, kliennya tidak pernah memerintahkan orang untuk membunuh model Mongolia, Altantuya Shaariibuu. Menurutnya, tuduhan itu tidak masuk akal.

    "Sangat menggelikan bahwa klien saya memberitahu Azilah (mantan perwira Unit Aksi Khusus) untuk menculik perempuan itu dan membunuhnya, serta menunjukkan apa yang harus dilakukan dengan jari di tenggorokannya," kata Shafee, dilansir dari New Straits Times, Selasa 17 Desember 2019.

    Shafee mengomentari pernyataan Azilah Hadri, terdakwa pembunuhan Atlantuya sebelumnya. Azilah menuturkan, pembunuhan yang dilakukan dirinya atas suruhan Najib Razak.

    Pengadilan Federal kemudian mengatakan akan meninjau pernyataan Azilah tersebut. Mereka menetapkan 20 April untuk mendengarkan permohonan peninjauan kembali.

    Shafee mengatakan Najib telah menginstruksikan dirinya untuk menjadi pihak yang ikut terseret dalam kasus ini. Pasalnya, Azilah telah mendeklarasikan mantan PM Malaysia itu menjadi salah satu dalang di balik pembunuhan.

    "Semua jenis tuduhan telah dibuat di deklarasi undang-undang (SD) dan seperti yang Anda semua tahu, klien saya benar-benar menyangkal semuanya," terang Shafee.

    "Ini adalah pernyataan putus asa di menit terakhir. Klien saya ditargetkan untuk masuk ke jeruji besi. Saya pikir itu tujuan keseluruhannya," imbuh dia.

    Azilah Hadri mengungkapkan bahwa Najib memerintahkannya untuk 'menangkap dan menghancurkan' Altantuya. Perempuan itu digambarkan Najib sebagai mata-mata asing.

    Azilah menambahkan, dia juga disuruh untuk membuang tubuh mata-mata asing dengan alat peledak untuk menghilangkan jejak. Bahan peledak itu diperoleh dari toko UTK (gudang senjata). UTK mengacu pada Pasukan Aksi Khusus polisi.

    Altantuya ditembak mati dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak C4 di Shah Alam pada 2006. Dia disebut-sebut sebagai kekasih Abdul Razak Baginda, seorang analis politik yang merupakan penasehat Najib sejak 2000 hingga 2008.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id