Rusia Dukung Pemindahan Ibu Kota Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 04 September 2019 14:38 WIB
    Rusia Dukung Pemindahan Ibu Kota Indonesia
    Ruas tol Samboja akan menjadi salah satu akses masuk ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. (Foto: MI/PIUS ERLANGGA)
    Jakarta: Rusia melalui Duta Besar Lyudmila Vorobieva mendukung rencana Pemerintah Indonesia memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Dia mengatakan Rusia juga pernah melakukan pemindahan ibu kota lebih dari seratus tahun lalu.

    "Itu (pemindahan ibu kota) adalah hak negara dan masyarakat Indonesia untuk memutuskan di mana lokasi ibu kota. Tapi apabila ibu kota akan pindah ke Kalimantan, dan Kementerian Luar Negeri akan pindah ke sana, saya kira kita tidak punya pilihan dan akan memindahkan kedutaan besar ke Kalimantan," tuturnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 4 September 2019.

    Meski demikian, kata Lyudmila, saat ini pemerintah Rusia belum dapat memutuskan waktu untuk memindahkan kedutaan. Salah satu alasannya adalah, jarak antara Jakarta dan Kalimantan yang cukup jauh.

    Dubes Lyudmila menceritakan bahwa negaranya pernah dua kali melakukan pemindahan ibu kota, yakni dari Moskow ke Saint Petersburg, dan kemudian kembali lagi ke Moskow.

    "Kami juga pernah melakukannya. Dalam sejarah kami, (Rusia), ibu kota terletak di Moskow, dan kemudian Peter Yang Agung I pada abad ke-18 memutuskan membangun ibu kota baru dekat Laut Baltik, karena dekat dengan Eropa," tuturnya.

    Peter Yang Agung I, kata Lyudmila, berpendapat bahwa dipindahkannya ibu kota ke dekat Laut Baltik dapat membuka jendela baru ke Eropa. Karenanya, ibu kota dipindahkan ke Saint Petersburg pada 1703.

    Setelah 200 tahun, ketika pemerintah berubah haluan menjadi komunis pada 1917, ibu kota dipindahkan kembali ke Moskow. "Dan sekarang kita punya dua ibu kota, satu di Moskow dan satu lagi di Saint Petersburg," imbuh dia.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan sebagian kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara akan menjadi lokasi ibu kota baru. Lokasi itu dipilih karena minim risiko bencana, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.
     
    Wilayah itu dianggap strategis karena berada di tengah Indonesia. Selain itu, kawasan ini diapit wilayah perkotaan yang sedang berkembang, Balikpapan dan Samarinda. Sejumlah infrastruktur pendukung juga tersedia di wilayah tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id