AS Berkomitmen Tingkatkan Keberadaan Personel Militer di Korsel

    Medcom - 22 November 2019 08:38 WIB
    AS Berkomitmen Tingkatkan Keberadaan Personel Militer di Korsel
    Menhan AS Mike Esper dan Menhan Korsel Jeong Kyeong-doo dalam pertemuan tahunan di Seoul. Foto: Yonhap.
    Seoul: Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali berkomitmen untuk mempertahankan keberadaan pasukannya saat ini di Korea Selatan (Korsel). Hal ini dipastikan selama pertemuan para menteri pertahanan tahunan.

    Komitmen tersebut ialah tanggapan kementerian terhadap beberapa laporan media, terkait AS yang mempertimbangkan membawa pulang brigade mereka dari Korea Selatan. Laporan itu terkait kabar Korsel menolak menerima kenaikan biaya lima kali lipat (sekitar USD5 miliar per tahun) dalam operasional Pasukan Korea AS (USFK).

    “Negosiasi sedang dilakukan antara sekutu untuk memperbarui Perjanjian Tindakan Khusus (SMA). Perjanjian ini menetapkan pembagian biaya untuk mempertahankan pasukan AS yang berjumlah 28.500 personel,” seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, Jumat, 21 November 2019.

    Pada Selasa, kedua belah pihak mempersingkat agenda pembicaraan terakhir mereka karena AS menuntut kenaikan besar dalam pembayaran Seoul dengan membuat artikel baru dalam perjanjian tersebut.

    "Kami sangat sadar akan laporan tersebut, tetapi hal tersebut bukan sikap resmi pemerintah AS," kata Kolonel Roh Jae-cheon, Wakil Juru Bicara kementerian pertahanan.

    Menunjuk pada Komunike Bersama yang diadopsi setelah Pertemuan Konsultasi Keamanan ke-51 antara Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo pada Jumat pekan lalu di Seoul, juru bicara itu mencatat AS berkomitmen untuk melanjutkan penempatan pasukannya di Semenanjung Korea.

    "Kedua negara memiliki gagasan yang kuat mengenai peran mereka dan pentingnya perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut," tambah Jae-Cheon.

    Menurut Pasal 7 pernyataan bersama, “Kedua menteri mencatat bahwa pasukan AS telah berperan penting dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, termasuk mencegah konflik bersenjata dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut.”

    "Mengingat lingkungan keamanan saat ini, kedua menteri juga menegaskan kembali komitmen untuk mempertahankan tingkat personel militer AS saat ini di Korea Selatan dan untuk meningkatkan kesiapan tempur,”




    Penulis: Fitri Nur Rizkyani



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id