Penerbangan dari Kota Pusat Wabah Virus Korona Dihentikan

    Fajar Nugraha - 23 Januari 2020 07:15 WIB
    Penerbangan dari Kota Pusat Wabah Virus Korona Dihentikan
    Warga di Kota Wuhan menggunakan masker mengantisipasi wabah Virus Korona. Foto: AFP
    Beijing: Pemerintah Tiongkok mengatakan, pihaknya menghentikan penerbangan dan kereta api dari Wuhan. Kota berpenduduk 11 juta orang menjadi pusat wabah Virus Korona.

    Pusat komando khusus untuk melawan virus itu juga mengatakan bahwa penduduk tidak boleh pergi tanpa alasan khusus. Langkah-langkah itu akan efektif mulai Kamis 23 Januari .

    “Langkah itu dimaksudkan untuk secara tegas mengatasi momentum penyebaran epidemi," kata pusat komandi, kepada kantor berita CCTV, yang dikutip AFP, Kamis, 23 Januari 2020.

    Sementara itu kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia menunda keputusan apakah akan mengumumkan darurat kesehatan global atau tidak. Darurat kesehatan global itu merupakan instrumen langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk.   Ghebreyesus mengatakan, dirinya membutuhkan ‘informasi lebih lanjut’.

    "Saya telah memutuskan untuk meminta komite darurat bertemu lagi besok untuk melanjutkan diskusi mereka," katanya, merujuk pada sekelompok ahli internasional yang bertemu selama beberapa jam di WHO di Jenewa pada Rabu.

    Ditanya tentang penutupan transportasi, ia menambahkan: "Dengan memiliki tindakan yang kuat tidak hanya mereka akan mengendalikan wabah, tetapi mereka juga akan meminimalkan kemungkinan wabah ini menyebar secara internasional."

    Ratusan orang telah terinfeksi virus di China dan 17 orang telah meninggal sejak kasus pertama terdeteksi di Wuhan pada 31 Desember. Pihak berwenang telah mendesak pengunjung untuk menjauhi kota.

    Virus Korona telah menyebabkan perhatian tinggi karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan Tiongkok dan Hong Kong pada 2002-2003.

    Dengan ratusan juta orang bepergian di seluruh Tiongkok minggu ini untuk liburan Tahun Baru Imlek, Komisi Kesehatan Nasional juga mengumumkan langkah-langkah untuk mengatasi penyakit ini. Termasuk pula sterilisasi dan ventilasi di bandara dan stasiun bus, serta di dalam pesawat dan kereta api.

    “Penyakit ini sebagian besar ditularkan melalui saluran pernapasan dan ada kemungkinan mutasi virus dan penyebaran penyakit,” ucap Wakil Menteri Komisi Kesehatan Tiongkok Li Bin dalam konferensi pers di Beijing.

    Lebih dari 500 kasus kini telah dilaporkan, dengan mayoritas di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei.

    Kota-kota besar, termasuk Beijing, Shanghai, dan Chongqing juga telah melaporkan kasus-kasus, serta provinsi-provinsi di Tiongkok timur laut, tengah, dan selatan. Virus ini juga telah terdeteksi di Jepang, Makau, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat.

    Pemerintah Tiongkok telah mengklasifikasikan wabah dalam kategori yang sama dengan epidemi SARS. Hal tersebut berarti isolasi wajib bagi mereka yang didiagnosis dengan penyakit tersebut dan potensi untuk menerapkan tindakan karantina. Namun TIongkok belum bisa memastikan sumber pasti dari virus.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id